Close House – Dhanang Closed House http://dhanangclosedhouse.com Peternak Maju Bersama Closed House Thu, 14 Jun 2018 16:59:50 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.9 97788614 Aplikasi Kandang Tertutup (Closed House) http://dhanangclosedhouse.com/aplikasi-kandang-tertutup-closed-house/ Fri, 06 Apr 2018 01:00:35 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2239 Dua Poin Krusial yang Bisa Bikin Gagal Banyak sekali praktisi berargumentasi menjelaskan tentang tingkat keberhasilan implementasi sistem budidaya pemeliharaan ayam dengan sistem kandang tertutup alias Closed House (CH). Dan amat sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada yang dengan tegas memaparkan angka kegagalannya. Demikian pandangan Ir. Dhanang Purwantoro, praktisi kandang tertutup / closed house yang ditemui ...

The post Aplikasi Kandang Tertutup (Closed House) appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Dua Poin Krusial yang Bisa Bikin Gagal

Banyak sekali praktisi berargumentasi menjelaskan tentang tingkat keberhasilan implementasi sistem budidaya pemeliharaan ayam dengan sistem kandang tertutup alias Closed House (CH). Dan amat sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada yang dengan tegas memaparkan angka kegagalannya.

Demikian pandangan Ir. Dhanang Purwantoro, praktisi kandang tertutup / closed house yang ditemui secara khusus di kantornya daerah Jaranan, Bantul, Yogyakarta. Hal ini terkait dengan kenyataan dilapangan bahwa menurutnya, teknologi secanggih apapun jika berbagai unsur yang melingkupi operasional kurang berjalan dengan baik, maka sudah dapat dipastikan optimalisasi hasil tak akan tercapai.

10 tahun lebih mengekplorasi teknologi kandang modern itu, Dhanang banyak mendapatkan elemen penting. Setidaknya, kata Dhanang, bahwa teknologi se-canggih apapun, jika titik-titik penting kurang diperhatikan, maka akan tidak membuahkan hasil yang seperti seharusnya.

Beberapa Variabel Yang Sering Diabaikan

Dhanang pahami dan sangat mengerti bila ada beberapa praktisi yang mengaku kompeten dan ahli, namun ternyata lupa dan menganggap “sesuatu” yang penting justru diabaikan. Selama ini perdebatan tentang variabel yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan aplikasi kandang tertutup / closed house sangatlah banyak dan bahkan dipandang sebagai kompleks di negeri beriklim tropis ini.

Aplikasi Kandang Tertutup Closed House

Variabel ketinggian tempat kandang berada sebagai yang paling utama. Selain itu model dan tipe kandang tertutup / closed house dianggap lebih penting. Bahkan tidak sedikit yang mengasumsikan bahwa jumlah dan titik lokasi/tempat alat pengatur kipas udara. Juga pendapat terakhir tentang arti penting dari jadwal bibit masuk dan pilihan musim.

Untuk selanjutnya, Dhanang yang kini masih terjun langsung dalam teknologi kandang tertutup / closed house dan juga masih aktif menggarap distribusi karkas ayam potong, memberikan penjelasan hasil pengalamannya selama ini. Menurutnya, bahwa berbagai macam variabel yang dijelaskankan oleh para praktisi itu tidaklah salah. Namun kurang fokus terhadap persoalan utama yang paling berpengaruh dalam optimalisasi, atau hasil akhir. “Hanya dua poin penting !.” tegas Dhanang.

Poin Pertama : Kualitas Bibit (DOC)

Poin pertama, adalah masalah kualitas bibit (DOC). Masalah ini sama sekali tidak ada yang berani membantah. Atas dasar hasil pergulatannya mendirikan, mengoperasionalkan, dan merawat sistem kandang kandang tertutup / closed house. terbukti nyata tingkat keberhasilan paling optimal dari hasil panen adalah berawal dari masalah kualitas bibit. Memang benar, kualitas bibit yang berada jauh di bawah standar baku jika dipelihara dengan sistem kandang tertutup / closed house juga akan memberikan keuntungan bagi peternak. Namun demikian, atas dasar pengalamannya beberapa periode menggunakan bibit yang berkualitas standar, terbukti mampu meraup hasil panen yang sangat memadai.

“Selama ini saya mengamati dan mencatat, bahwa kualitas bibit yang jauh di bawah standar, memang mampu memperoleh keuntungan. Meski demikian jika dibandingkan dengan bibit yang berkualitas, hasil yang diraup mampu menagguk nyaris dua kali lipatnya.” jelasnya.

Menurutnya, jika dipelihara dengan sistem konvensional, sudah dipastikan akan banyak ditemui hasil panen ayam yang tidak mampu tumbuh optimal, alias kerdil. Selain muncul kerdil, potensi sergapan aneka penyakit juga sangat sulit untuk dihadang.

Poin ini sudah ditelaah Dhanang salama bergelut dengan aplikasi teknologi kandang tertutup / closed house. Problema dalam mengatasi sergapan aneka penyakit juga menjadi sangat mahal biayanya. Sedangkan dengan closed house selain akan menekan prevalensi gangguan kerdil, juga menekan ancaman jenis penyakit yang lain. Oleh karena itu, persoalan kualitas bibit adalah yang paling krusial. Hal ini terkait dengan ketidakmampuan peternak untuk memilih dengan “bebas” bibit yang berada di pasar. Artinya, para peternak sangat tergantung pusokan bibit dari pabrik penghasil bibit (DOC). Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kontrol dari pihak yang berwenang terhadap hal itu masih dirasakan sangatlah kurang. Sehingga para peternak, hanya bisa pasrah.

Poin Kedua : Operator Kandang Tertutup (Closed House)

Kemudian poin kedua dan amat krusial adalah kualitas operator kandang tertutup / closed house. Sekali lagi Dhanang mengingatkan bahwa teknologi kandang tertutup / closed house adalah alat bantu. Sehingga aktor utama yang mempengaruhi dalam proses ini adalah manusia sebagai pelaksananya, biasa disebut operator.

Menurut Dhanang. ada asumsi yang kurang tepat bahkan keliru bahwa dengan menerapkan teknologi modern sistem kandang tertutup, maka akan mengurangi jam kerja dan juga jumlah tenaga kerja. Akan tetapi jauh memberikan tuntutan kerja yang lebih serius tekun dan rajin. Jumlah jam kerja memang benar akan berkurang, namun sangat berbeda sekali dengan ritme kerja yang selama ini sudah berjalan.

Realitas lapangan membuktikan bahwa, operator masih bekerja dengan jumlah jam kerja yang sama untuk tiap tenaga kerja, namun sangat jauh dari memadai dalam menjalankan alat mekanis yang menjadi tanggung jawabnya. Akibatnya, masalah ketekunan dan ketelitiannya jauh berkurang banyak. Akhirnya, banyak ditemui berbagai problema dalam pemeliharaan yang bersumber dari kurang tepat dan tidak bekerjanya alat-alat mekanis dalam mengatur situasi di dalam kandang. Contohnya, seperti alat pengatur suhu yang kurang bekerja secara baik, kipas penghisap dan pembawa udara yang terlambat berfungsi, juga kontrol alat pengatur pasokan pakan dan air minum.

Kesimpulan

Atas dasar hasil pengamatan dan catatannya selama ini bahwa kekurang-cermatan dan ketelitian dari kerja operator jika diberikan angka prosentase kontributif terhadap tingkat keberhasilan, mencapai 35%. Artinya, menurut Dhanang. bahwa kontribusi operator dalam menghasilkan panen ayam yang optimal cukup berperanan. Meskipun jika poin kualitas bibit memang jauh lebih tinggi. Kontribusi aspek kualitas bibit menurut hasil pengamatanya mencapai lebih dari 65%.

Menurutnya, bahwa memang dua poin itu sangat dominan sekali dan bahkan mampu mengabaikan unsur-unsur lainnya. Dengan catatan semua pedoman baku dikerjakan dengan baik dan benar.

Sumber : Infovet Edisi 284 Maret 2018

Infovet Aplikasi Kandang Tertutup Closed House Infovet Aplikasi Kandang Tertutup Closed House Infovet Aplikasi Kandang Tertutup Closed House

The post Aplikasi Kandang Tertutup (Closed House) appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
2239
Peluang Meraup Untung http://dhanangclosedhouse.com/peluang-meraup-untung/ Mon, 05 Feb 2018 00:30:48 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2182 Peluang Meraup Untung Pasca Badai Siklon Tropis di Selatan Indonesia Puncak musim hujan menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2018 mendatang. Ini artinya potensi dan prediksi letupan penyakit pada sistem pencernaan akan terjadi. Suatu jenis penyakit yang sangat sulit untuk diantisipasi sekaligus juga membawa peluang meraup ...

The post Peluang Meraup Untung appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Peluang Meraup Untung Pasca Badai Siklon Tropis di Selatan Indonesia

Puncak musim hujan menurut prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2018 mendatang. Ini artinya potensi dan prediksi letupan penyakit pada sistem pencernaan akan terjadi. Suatu jenis penyakit yang sangat sulit untuk diantisipasi sekaligus juga membawa peluang meraup untung besar yang sangat memadai jika mulai Desember 2017. Para peternak dapat bersiap diri dengan antisipasi keperluan yang cukup vital. Peluang meraup untung dengan langkah taktis yang paling penting ditempuh adalah dengan sesegera mungkin mencari dan menyimpan bahan pakan. Yang umumnya tidak tersedia dengan jumlah yang cukup dan selalu berkualitas kurang baik.

Hanya masalahnya apakah para peternak mau dan mampu menyimpan dengan baik persediaan pakan seperti jagung dan katul, sedangkan konsentrat dan atau pakan jadi sudah menjadi urusan feedmill. Problemanya adalah menyimpan dan mengelola bahan baku pakan, apakah para peternak sudah mampu ?

Penyimpanan Bahan Pakan

Ir Boedi Koesuma dan Ir Dhanang Purwantoro mengungkapkan terkait dengan prediksi persoalan usaha budidaya unggas di 2018 mendatang. Menurut Boedi, ada dilema yang dihadapi para peternak Indonesia sejak dulu sampai sekarang. Hal itu dikarenakan dukungan dana yang kurang memadai untuk menumpuk dan menyimpan, serta mengolah bahan pakan agar tetap awet dan bermutu.

Dari hasil pengamatan dan perbincangannya dengan para peternak, bahwa skala permodalan yang dianggap siap menampung, mengolah dan menyimpan bahan baku pakan sebagai bahan campuran konsentrat sangat tipis, dan umumnya itu digunakan sebagai cadangan jika terjadi lonjakan harga pakan jadi dan konsentrat, selain aspek lainnya karena anjlognya harga jual hasil panen.

peluang meraup untung

Jika prediksi BMKG bahwa Januari dan Februari 2018 nanti merupakan puncak musim hujan, artinya diperkirakan pada April sampai Mei 2018 akan tersedia dengan cukup bekatul. “Sebaliknya ketersediaan jagung yang bermutu akan menjadi kecil volumenya. Sehingga potensi sergapan penyakit pernafasan sangat besar, begitu pula dengan wabah penyakit pencernaan”, jelas Boedi.

Kesiapan Sumber Daya Manusia

Sementara hal berbeda diutarakan oleh Dhanang. Ia menyatakan, soal biaya bukanlah menjadi kendala utama. Justru kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang bertugas mengelola dan mengolah bahan pakan sebelum disimpan. “Masalah utama penyimpan stock bahan pakan di luar konsentrat dan pakan jadi adalah ketersediaan SDM. Kalau yang berkait dengan struktur permodalan alias capital, tidak sedikit peternak yang mempunyai dana lebih dari mencukupi. Bahkan untuk membuat dan menyewa gudang penyimpanan bahan baku mereka masih sanggup”, kata Dhanang.

peluang meraup untung

Peluang untuk meraup keuntungan dalam budidaya memang relatif lebih baik. Hanya saja mampukah struktur permodalan peternak dengan dukungan perbankan mengatasi. Dhanang melihat peluang besar (peluang meraup untung) untuk reborn atas kisah sedih sepanjang 2017 menjadi sebuah kesempatan yang harus direbut. “Mulai saat ini peternak harus mencoba menimbun, mengolah dan menyimpan bahan pakan, yaitu melatih sekaligus melakukan langkah tenaga kerjanya”, ucapnya.

Jika di masa lalu para peternak skeptis dan acuh tak acuh dengan teknologi kandang closed house, namun kini semakin banyak yang mengaplikasikan teknologi kandang tersebut. SDM yang adapun akhirnya juga mumpuni dan dapat mengoperasikan kandang closed house dengan hasil relatif baik. Jika dahulu peternak ragu akan kekuatan modal untuk investasi, namun toh kini semakin banyak peternak yang berpindah haluan dengan menerapkan teknologi kandang tertutup (closed house) untuk mendapatkan peluang meraup untung.

peluang meraup untung peluang meraup untung

Sumber : Infovet Edisi 281 Desember 2017

The post Peluang Meraup Untung appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
2182
Kajian Tentang Kandang Ayam Modern http://dhanangclosedhouse.com/kajian-tentang-kandang-ayam-modern/ http://dhanangclosedhouse.com/kajian-tentang-kandang-ayam-modern/#comments Tue, 30 Jan 2018 00:30:56 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2167 Tentang Kandang Ayam Modern Kandang ayam modern closed house dipakai di peternakan broiler (ayam pedaging) untuk memberikan iklim yang cocok untuk ayam, menambah kepadatan ayam dan mengejar performans. Kandang ayam modern closed house (kandang tertutup) di Indonesia awalnya hanya untuk breeding farm. “Memakai kandang ayam modern closed house kita bisa menyediakan kondisi lingkungan untuk ayam ...

The post Kajian Tentang Kandang Ayam Modern appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Tentang Kandang Ayam Modern

Kandang ayam modern closed house dipakai di peternakan broiler (ayam pedaging) untuk memberikan iklim yang cocok untuk ayam, menambah kepadatan ayam dan mengejar performans. Kandang ayam modern closed house (kandang tertutup) di Indonesia awalnya hanya untuk breeding farm.

“Memakai kandang ayam modern closed house kita bisa menyediakan kondisi lingkungan untuk ayam bisa hidup nyaman dan optimal sehingga bisa meningkatkan produksi yang maksimal dengan biaya yang efisien. Namun dari segi biaya, investasi kandang awalnya memang mahal”, papar Ohid Toha, praktisi di peternakan broiler yang lama bergelut di closed house dalam diskusi online di Komunitas WAG (Whatsapp Grup) yang beranggotakan para praktisi, peneliti, akademisi, dan birokrat peternakan pada (6/12).

Optimalisasi Fungsi Closed House

Fungsi closed house bisa optimal, Ohid menerangkan, dengan cara mengatur sistem ventilasi kandang supaya sesuai dengan masa pertumbuhan ayam yang dipelihara. Kesesuaian antara inlet dengan outlet adalah konsep paling penting dalam ventilasi dan manajemen closed house.

“Inlet dan outlet adalah prinsip dasar closed house. Harus ada aliran udara yang seimbang antara inlet dan outlet dengan parameter kecepatan angin yang disesuaikan dengan periode pemerliharaan ayam. Kecepatan ditentukan oleh bukaan inlet dan jumlah kipas yang dihidupkan“, papar Ohid.

kajian Tentang Kandang Ayam Modern

Diskusi yang diprakarsai Toni Komara dan dimoderatori Tiwi ini juga menghadirkan Edi Hidayat, perwakilan PT Big Dutchman Agriculture Indonesia – perusahaan penyedia peralatan closed house. Dia mengatakan faktor penentu dalam mendesain sebuah closed house adalah dimensi kandang, populasi, sistem yang digunakan, dan jenis ayam yang dipelihara apakah breeder (bibit), broiler, atau layer (ayam petelur).

Ventilasi Tunnel Dalam Closed House

“Di Indonesia closed house baik untuk breeder, broiler, atau layer lebih banyak yang menggunakan sistem ventilasi tunnel”, ujarnya.

Edi menekankan, kelemahan tunnel adalah menimbulkan chill effect sehingga harus hati-hati dalam mengatur ventilasi. “Sebenarnya, sistem ventilasi yang paling ideal adalah combi tunnel karena kita dapat meminimalisir chill effect terutama pada ayam kecil”, jelasnya.

Edi juga menerangkan karakter ventilasi sistem positive pressure dan negative pressure. Positive pressure adalah mendorong udara segar masuk ke dalam area ayam dengan mekanisme tertentu. Biasa dipakai pada kandang SPF yang telur fertilnya digunakan untuk bahan baku vaksin. Aliran udara positive pressure berasal dari dorongan kipas, sistem ini lebih mahal karena menggunakan filter khusus.

Prinsip negative pressure adalah menarik udara segar dari luar dan mengeluarkan udara kotor dari dalam kandang. Kelebihan negative pressure adalah lebih rata air flow-nya sehingga tiap area bisa mendapatkan kecepatan yang hampir sama. Adapun kipas yang digunakan adalah jenis exhaust fan. Jumlahnya tergantung dari dimensi kandang dan kapasitasnya.

“Negative pressure ini paling banyak digunakan di breeder, broiler, maupun layer komersial”, kata Edi.

Closed House Modifikasi

Diskusi semakin dinamis dengan kehadiran Sandy Slamet Nugraha dan Ibrahim Nuim Hayat, peternak yang menggunakan closed house modifikasi untuk ayam peliharaannya. Sandy menyampaikan, closed house menjadi solusi era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang menuntut bisnis ayam pedaging bersaing ketat pada kualitas produksi dan efisiensi biaya.

Closed house menyediakan kondisi lingkungan yang optimal berupa suhu yang nyaman bagi ayam tercapai, udara yang tersedia lebih baik, meminimalkan stress (ayam lebih tenang, segar, dan nyaman), serta meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ayam.

“Keuntungan tambahan pada closed house modifikasi adalah efisiensi  lahan dan mengurangi jumlah tenaga kerja. Untuk closed house modifikasi ini mengacu pada lahan peternak kecil dengan populasi di kisaran 4.000-20.000 ekor serta menggunakan sistem tunnel ventilation”, terang Sandy. Efisiensi lahan yang dia maksud adalah kapabilitas closed house untuk menambah populasi tanpa mendirikan bangunan baru.

Nuim menambahkan, kunci keberhasilan sistem closed house adalah di pengaturan sistem ventilasi kandang agar tercipta kesesuaian dengan masa pertumbuhan melalui pengaturan inlet dan outlet pada ventilasi kandang.

Adapun faktor penentu dalam mendesain closed house adalah dimensi kandang, populasi, sistem ventilasi yang digunakan(tunnel ventilation, double tunnel, atau combi tunnel), serta jenis ayam yang dipelihara (breeder, broiler, atau layer).

Ohid ikut berkomentar, closed house modifikasi bisa dikatakan closed house modifikasi tanpa cooling pad. Keunggulannya, konstruksi kandang dan perizinan sudah ada serta manajemen awal sudah paham. Kelemahannya, alat yang akan dipasang harus menyesuaikan dimensi bangunan yang telah ada, konstruksi harus dihitung ulang (karena perlu penguatan).

Absennya cooling pad dari closed house modifikasi ini, menjadikan ayam besar rawan mengalami stress panas dan tingginya angka kematian. Kandang modifikasi di daerah panas membutuhkan kehati-hatian pengaturan.

Membangun full closed house, lanjut Ohid, memiliki banyak keunggulan, yaitu desain dan peralatan bisa menggunakan paket komplit yang disediakan vendor. Kecepatan udara bisa diatur lebih optimal karena ada cooling pad.

Kelemahan Closed House

Kelemahan full closed house, Ohid menegaskan, adalah pada tingginya investasi awal, dan lokasi harus cocok dengan peruntukan dan perizinannya. Karyawan pun perlu belajar lagi untuk mengoperasikan sistemnya.

“Investasi kandang ayam modern closed house modifikasi sekitar Rp 21.000,- per ekor. Sedangkan full closed house sekitar Rp 55.000,- per ekor. Biaya investasi ini tergantung tergantung juga dengan faktor bermitra atau mandiri, konstruksi yang dipilih, dan sistem yang digunakan. Investasi full closed house ini pada kondisi normal akan kembali dalam 3-4 tahun atau paling cepat 20 periode”, hitungnya.

Bagi Ohid, kandang ayam modern closed house telah terbukti menghasilkan performans lebih baik. “Yang harus dipikirkan adalah akhir dari panen ayam supaya nilai jual lebih. Panen ayam di closed house dalam setahun bisa 7-8 periode tergantung target pasar atau ukuran panen”, kata Ohid. Peternak closed house, menurut dia, selayaknya juga mulai memikirkan cold storage dan food processing.

Sumber : trobos.com

The post Kajian Tentang Kandang Ayam Modern appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/kajian-tentang-kandang-ayam-modern/feed/ 2 2167
Perlukah Kandang Modern Closed House ? http://dhanangclosedhouse.com/perlukah-kandang-modern-closed-house/ http://dhanangclosedhouse.com/perlukah-kandang-modern-closed-house/#comments Tue, 23 Jan 2018 00:30:28 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2155 Pendahuluan Tentang Kandang Modern Closed House Tidak dapat dipungkiri bahwa kandang merupakan salah satu bagian dari manajemen ternak unggas yang sangat penting. Untuk diperhatikan terutama bagi peternak dengan sistem intensif, kandang merupakan salah satu penentu keberhasilan beternak. Karena kesalahan dalam konstruksi kandang dapat berakibat fatal yang berujung pada kerugian bagi peternak. Oleh karena itu, banyak peternak yang ...

The post Perlukah Kandang Modern Closed House ? appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Pendahuluan Tentang Kandang Modern Closed House

Tidak dapat dipungkiri bahwa kandang merupakan salah satu bagian dari manajemen ternak unggas yang sangat penting. Untuk diperhatikan terutama bagi peternak dengan sistem intensif, kandang merupakan salah satu penentu keberhasilan beternak. Karena kesalahan dalam konstruksi kandang dapat berakibat fatal yang berujung pada kerugian bagi peternak. Oleh karena itu, banyak peternak yang rela menghabiskan uang miliaran rupiah hanya untuk mendesain kandangnya. Tetapi apakah diperlukan kandang modern closed house ?

Kandang jika dilihat dari jenis-jenisnya dapat dibedakan berdasarkan tipe dinding, bentuk lantai, tipe atap dan cara pemeliharaan. Jenis kandang berdasarkan tipe dinding dapat dibedakan menjadi kandang terbuka (open house), kandang semi tertutup (semi closed house) dan kandang tertutup (closed house). Kandang dengan sistem terbuka merupakan kandang yang dindingnya terbuka biasanya terbuat dari kayu atau bambu. Kandang modern closed house merupakan kandang dengan dinding tertutup dan biasanya terbuat dari bahan-bahan permanen dan dengan sentuhan teknologi tinggi. Sedangkan kandang semi closed house adalah gabungan dari sistem openhouse dan closed house. Dinding kandang modern tipe ini tidak hanya ditutupi oleh tirai yang bisa dibuka. Akan tetapi juga sudah menggunakan bahan-bahan permanen dan dengan gabungan teknologi modern.

Kandang Modern Closed House

Kandang dengan Sistim Closed house mulai diperkenalkan dan digunakan di industri peternakan broiler di USA kurang lebih 23-26 tahun yang lalu. Sejak itu penggunaanya meluas ke seluruh penjuru dunia. Saat ini, di negara Thailand sudah lebih dari 98% kandang broiler menggunakan sistem closed house (baik tunnel maupun evaporative closed house), sedangkan di Indonesia hanya kurang dari 5% saja. Permasalahan mendasar yang membedakan situasi-kondisi di Indonesia dan di USA adalah tingginya kelembaban udara. Rata-rata kelembaban udara di indonesia adalah 80-90% RH. Tingginya kelembaban udara dikombinasi dengan tingginya suhu udara akan bersifat “sangat destruktif” terhadap performa broiler, dengan menggerogoti sistem pertahanan tubuh dan berat badan ayam.

Sehingga ayam jadi lebih mudah “ngorok”/mengalami gangguan pernapasan, menurunkan berat badan dan meningkatkan kematian. Seperti diketahui ayam tidak mempunyai kelenjar keringat. Sehingga bila ayam merasa kepanasan, maka ayam akan membuka paruh secara terus menerus untuk mengeluarkan kelebihan panas tubuhnya. Mekanisme “panting” saat ayam terbuka paruhnya, dan di saat bersamaan kandungan uap air udara di dalam kandang tinggi (kelembaban udara tinggi ~ jumlah uap air tinggi). Maka ayam akan mengalami kesulitan besar dalam melepaskan panas tubuhnya (tekanan udara di luar tubuh ayam lebih besar dibanding tekanan udara dalam tubuh ayam).

Manfaat Kandang Modern Closed House

Kandang modern closed house tentunya sangat bermanfaat untuk daerah tropis yakni mampu mengurangi dampak buruk dari tingginya kelembaban udara, dengan memanfaatkan efek “wind chill” dalam kandang. Adanya aliran udara di dalam kandang yang mengenai tubuh ayam akan memberikan “rasa lebih dingin dari suhu udara yang terukur”, karena proses pengeluaran panas tubuh ayam dalam kondisi normal (tidak panting) adalah melalui kulit tubuhnya, sehingga pada kondisi kandang yang disertai adanya aliran udara maka ayam akan “merasa suhu tidak panas sehingga tidak perlu panting”.

Kandang dan ternak ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kandang merupakan “rumah” atau suatu tempat yang difungsikan untuk tempat berlindung bagi ayam. Tempat melakukan aktivitas produksi dan reproduksinya, serta tempat yang memberikan jaminan perlindungan bagi ternak dari berbagai gangguan binatang buas dan lainnya.

kandang modern closed house

Berdasarkan ini, maka pembangunan kandang untuk ayam perlu disesuaikan dengan kebutuhan ayam. Dan sesuai pula dengan kondisi keuangan yang dimiliki oleh peternak. Berbagai macam bentuk kandang sering diperdebatkan dalam hubungannya dengan fungsi kandang itu sendiri. Pilihan model dan sistem konstruksi kandang sebenarnya bukan disesuaikan dengan keinginan peternak. Namun perlu dipertimbangkan dari kenyamanan ayam yang dipelihara yang secara nyata akan memberikan hasilnya berupa daging dan telur.

Jelas kadang sistim close house memiliki banyak lekebihan jika dibandingan dengan kadang semi close atau open house. Akan tetapi, bukan berarti keberhasilan hanya akan didapatkan oleh peternak closed house… peternak semi close atau open house juga bisa meraskan kesuksesan dan ini banyak terjadi. Yang terpenting adalah kemampuan manajemen dan kesungguhan kita dalam berusaha serta tentunya yang paling penting do’a kita terhadap sang pencipta.

The post Perlukah Kandang Modern Closed House ? appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/perlukah-kandang-modern-closed-house/feed/ 1 2155
Kemegahan Kandang Modern Closed House http://dhanangclosedhouse.com/kemegahan-kandang-modern-closed-house/ Sat, 20 Jan 2018 00:30:23 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2144 Intermezzo Ketika seorang artis atau pejabat membuat rumah seharga Rp. 2 milyar atau lebih, maka media cetak atau elektronik menjadikannya sebuah berita yang fenomenal. Tetapi ketika ada “Kandang Ayam” yang harga per unitnya Rp. 1,5 bahkan Rp. 2,5 Milyar, pernahkah menjadi sebuah berita yang fenomenal ? Kandang modern closed house inilah yang akan kita bicarakan ...

The post Kemegahan Kandang Modern Closed House appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Intermezzo

Ketika seorang artis atau pejabat membuat rumah seharga Rp. 2 milyar atau lebih, maka media cetak atau elektronik menjadikannya sebuah berita yang fenomenal. Tetapi ketika ada “Kandang Ayam” yang harga per unitnya Rp. 1,5 bahkan Rp. 2,5 Milyar, pernahkah menjadi sebuah berita yang fenomenal ? Kandang modern closed house inilah yang akan kita bicarakan kali ini.

“Kandang Ayam” ? Ya benar, dan itu bukan kata kiasan, itu asli sebuah bangunan yang sengaja dibangun dan dijadikan sebagai tempat hidup bagi ayam selama masa hidupnya. Pengertian ayam di sini murni adalah ayam sebagaimana kita kenal dan bukan “ayam” dalam pengertian kiasan yang aneh-aneh.

Mau tau benarkah harga sebuah “Kandang Ayam” mencapai nilai milyar rupiah ? Silahkan simak terus artikel di bawah ini.

Kemegahan Kandang Modern Closed House

Bagi orang awam, ketika mendengar kata “ayam” atau “kandang ayam” maka yang terlintas dalam benak pikirannya mungkin bau, jijik, jorok, kaum udik, kampungan, wong nDeso, dan segala hal yang sama sekali jauh dari kata modern. Bagi Anda yang masih berpandangan seperti itu, sudah saatnya sekarang untuk membuka mata dan pikiran bahwa ayam sekarang sudah bukan seperti yang anda pikirkan.

Sebagai ilustrasi, andai uang “Gayus Tambunan” yang konon Rp. 75 M itu dijadikan kandang ayam ini, maka uang itu hanya bisa untuk membangun 30 unit kandang yang bisa diisi ayam hanya 1,5 juta ekor (atau sekitar 1,5% dari seluruh ayam petelur di Indonesia). Mengapa hanya segitu ? Simak jawabannya di bawah ini.

Ya bahwa kandang modern closed house ayam petelur mulai trend di Indonesia dalam tahun-tahun belakangan ini. Memang jumlahnya belum banyak dan prediksinya akan semakin banyak jumlah tersebut dalam 10 sampai 15 tahun mendatang.

Apa sebenarnya Kandang Modern Closed House Ayam Petelur ?

Kandang Modern Closed House Ayam Petelur adalah sebuah kandang yang digunakan untuk tempat hidup ayam selama masa pemeliharaan. Hanya saja sarana yang ada di dalam kandang tersebut seluruhnya menggunakan bahan yang serba modern dan otomatis.

Aktivitas di dalam kandang tersebut memang hanya memberi pakan, memberi minum, menjaga kesehatan ayam, tetapi semua aktivitas ini dikerjakan oleh mesin secara otomatis yang dirancang sesuai dengan tujuan pemeliharaan itu.

Sementara  saya tidak ungkap detail dimensi luas kandangnya tetapi di salah satu wilayah di Pulau Jawa ini telah terbangun Kandang Modern Closed House Ayam Petelur yang berisi ayam sebanyak 36.000 ekor bahkan 54.000 ekor per unitnya. Dan itu tidak hanya 1 atau 2 unit melainkan akan lebih banyak lagi.

Kandang Modern Closed House Sudah Ada di Indonesia

Dengan begitu lengkap dan modern-nya sarana di dalam kandang tersebut, secara kasar biaya untuk membangun kandang modern tersebut tidak kurang dari Rp. 70.000,- per ekornya. Bila angka ini anda kalikan dengan populasi per kandang yang 36.000 ekor atau 54.000 ekor, maka akan ketemu angka Rp. 2,5 Milyar  dan Rp. 3,8 Milyar harga per unit kandang modern Closed House. Wooowww… megah sekali ya ? Dan percayakah anda tentang itu ?

Kandang tersebut riil sudah ada dan sudah beroperasi di Pulau Jawa ini. Mungkin anda akan bertanya, mengapa begitu mahal dan kapan akan kembalinya nilai modal sebanyak itu ? Untuk menjawab ini kita perlu diskusi pada sesi Analisa Ekonomi atau Study Kelayakan Proyek dengan variabel-variabel di dalamnya.

SDM yang Mumpuni

Yang menjadi poin diskusi kita saat ini adalah “Di Balik Kemegahan” tersebut. Ya benar karena jika faktor x ini tidak diperhatikan, maka nilai investasi yang ditanamkan pada Kandang Closed House itu akan “amburadul”. Faktor x yang saya maksud di sini adalah faktor SDM.

Anggaplah saya tidak menyangsikan kapabilitas modal yang anda miliki dengan nilai milyaran rupiah tadi untuk membangun kandang modern Closed House, tetapi bila anda kurang memberi perhatian pada kualitas SDM yang men-support anda maka “Dewi Fortuna” mungkin tidak singgah ke anda. Dan sayangnya SDM yang mumpuni dalam teknologi Closed House ini belum banyak di Indonesia.

Kemegahan Kandang Modern Closed House

Anggaplah kandang Closed House tersebut sebagai “Hardware”-nya, maka anda juga perlu “Software” yang “ciamik” untuk mendukungnya. Software ini-pun ternyata belum bisa diciptakan secara instan seperti halnya bikin web, BLOG atau sekedar menulis artikel seperti yang anda baca saat ini.

Saya yakin anda tidak akan berani “gambling” investasi milyaran rupiah di ayam petelur tanpa diimbangi dengan investasi pada SDM yang berkualitas.

Bekerja Sama dengan Perusahaan Terbaik

Salah satu trik yang mungkin bisa anda lakukan adalah anda harus berani untuk bisa membuka hubungan dengan perusahaan “terbaik” bidang perunggasan di Indonesia ini. Mengapa harus kepada perusahaan “terbaik” ? Ya karena perusahaan “terbaik” itu tentu secara teknologi maupun pengalamannya sudah lebih mumpuni dibanding perusahaan yang lain. Dan investasi pada Closed House ayam petelur ini tentu bukan berjalan hanya 1 atau 2 tahun melainkan berharap terus berjalan selama puluhan tahun.

Jadi, siapkah anda dengan investasi capital dan SDM untuk terjun ke Closed House ? Dengan berdiri tegak kita harus katakan “Selamat Datang Kandang Modern Closed House di Indonesia”.

Bagaimana pandangan anda, saya yakin anda juga punya sudut pandang sendiri.

The post Kemegahan Kandang Modern Closed House appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
2144
Evaluasi Performance Sebelum Panen http://dhanangclosedhouse.com/evaluasi-performance-sebelum-panen/ http://dhanangclosedhouse.com/evaluasi-performance-sebelum-panen/#comments Tue, 16 Jan 2018 00:30:05 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2133 Perlukah Evaluasi Performance Sebelum Panen ? Kelihatannya tidak masuk akal dan untuk apa juga melakukan evaluasi performance sebelum panen. Memang final dari performance pemeliharaan itu dihitung berdasarkan hasil panen. Secara kalkulasi, kombinasi semua faktor performance akan memunculkan Index Performance (IP). Dalam index performance tersebut telah merangkum prosentase daya hidup, rata-rata bobot panen, umur panen dan konversi ...

The post Evaluasi Performance Sebelum Panen appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Perlukah Evaluasi Performance Sebelum Panen ?

Kelihatannya tidak masuk akal dan untuk apa juga melakukan evaluasi performance sebelum panen. Memang final dari performance pemeliharaan itu dihitung berdasarkan hasil panen. Secara kalkulasi, kombinasi semua faktor performance akan memunculkan Index Performance (IP). Dalam index performance tersebut telah merangkum prosentase daya hidup, rata-rata bobot panen, umur panen dan konversi pakan.

Tetapi saat masa pemeliharaan sebelum dilakukan panen, sebetulnya juga penting dilakukan evaluasi performance. Tujuannya adalah agar segera dilakukan perbaikan manajemen apabila ditemukan performance yang kurang baik. Marilah kita langsung membahas tentang evaluasi performance sebelum panen.

Sebagai contoh, bila kita melakukan kunjungan ke kandang modern broiler yang berumur 14 hari dan akan melakukan evaluasi performance maka langkah-langkah berikut sebaiknya dilakukan.

Evaluasi Performance Sebelum Panen

Pengamatan :

  1. Amatilah kondisi ayam secara umum, apakah ayam nampak aktif berjalan atau hanya diam
  2. Amatilah data rekording di kandang dan lakukanlah perhitungan terhadap 2 variabel utama, yaitu kumulatif feed intake dan prosentase deplesi (kematian dan culling). Pada saat ayam belum proses panen, variabel FCR kurang memberikan makna yang berarti, cukup dihitung kumulatif feed intake sampai 14 hari. Feed intake kumulatif dihitung per ekor-nya sehingga angka yang muncul adalah dalam satuan gr/ekor bukan jumlah sak/kandang.
  3. Lakukanlah sampling berat badan sebanyak 5% dari populasi 1 kandang atau minimal 100 ekor ayam, penimbangan dilakukan secara individu diambil dari beberapa sekat sudut kandang agar hasil cukup mewakili. Selanjutnya hitunglah rata-rata berat badan hasil sampling tersebut. Dapat juga dihitung uniformity, tetapi secara umum uniformity di broiler di bawah 70%. Uniformity lebih dominan diperlukan pada manajemen pullet maupun manajemen ayam petelur.
  4. Bandingkanlah 3 variabel (prosentase deplesi, feed intake kumulatif dan rata-rata berat badan) tersebut dengan STD Performance umur 14 hari dan amati selisihnya. Variabel FCR di sini kurang memberikan makna yang berarti, justru membuat evaluasi menjadi bias. FCR cukup dievaluasi pada akhir panen saja.

Kesimpulan :

Apabila ke-3 variabel tersebut masih lebih baik atau mendekati STD maka kita cukup puas terhadap manajemen pemeliharaan selama 14 hari, selanjutnya tinggal mempertahankan agar hasil panen nanti tetap baik. DOC yang sub-optimal pun dapat mencapai performance 14 hari yang baik bila manajemen pemeliharaan awalnya bagus. Inilah pentingnya kita melakukan evaluasi performance sebelum panen.

Tetapi apabila salah satu faktor dari 3 faktor tersebut lebih buruk dari STD maka artinya ada sesuatu yang harus segera diperbaiki. Segeralah lakukan perbaikan pada aspek yang paling dekat dengan jangkauan kita. Misal Actual feed intake kumulatif hanya 400 gr/ekor, lebih rendah dari STD-nya yaitu 520 gr/ekor. Cobalah dievaluasi mengapa ayam hanya makan 400gr/ekor. DOC berkualitas “SUPER”-pun akan mencapai performance 14 hari yang buruk apabila manajemen 14 hari awal tidak memberi kesempatan ayam tumbuh dengan baik.

Kondisi Penyebab Feed Intake

Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan feed intake di bawah STD :

  1. Tempat pakan kurang, sehingga terjadi kompetisi antar ayam saat makan. Hitunglah perbandingan tempat pakan dengan jumlah ayamnya.
  2. Terlalu cepat menggunakan alas feeder tube sehingga ayam kesulitan untuk makan.
  3. Tempat pakan sering kosong akibat terlambat jadwal pemberian pakannya
  4. Evaluasi juga berapa feed intake dan berat badan pada 7 hari pertama.

Evaluasi Performance Sebelum Panen

Sering sekali kita berusaha melemparkan kesalahan pada pihak yang jauh dari jangkauan kita saat hasil akhir panen ternyata rugi. Bila boleh saya berpendapat, untung dan rugi tentunya itu berkaitan dengan harga. Sedangkan lini produksi itu berkaitan dengan performance. Nah fokus bagian produksi adalah mendapatkan performance yang semaksimal mungkin dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang optimal, sehingga melakukan evaluasi performance sebelum panen adalah hal yang penting.

Kunci utama agar performance menjadi maksimal sebetulnya cukup simpel yaitu berikanlah apa yang ayam butuhkan. DOC dalam status optimal dan sub-optimal membutuhkan penanganan yang berbeda. DOC dengan strain X membutuhkan penanganan yang berbeda dengan DOC strain Y.

Pertanyaannya sekarang adalah apa sebetulnya yang ayam butuhkan ? Ketika kita tidak memahami “apa” yang ayam “butuhkan” maka jangan harap kita bisa mendapatkan “apa” yang ayam “berikan”.

The post Evaluasi Performance Sebelum Panen appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/evaluasi-performance-sebelum-panen/feed/ 1 2133
Lantai Kandang Ayam Modern http://dhanangclosedhouse.com/lantai-kandang-ayam-modern/ http://dhanangclosedhouse.com/lantai-kandang-ayam-modern/#comments Thu, 11 Jan 2018 00:30:57 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2124 Pendahuluan Lantai Kandang Ayam Modern Ada beberapa tipe lantai kandang ayam modern untuk broiler (pedaging/potong) yang dipakai peternak di Indonesia. Yaitu lantai tanah/semen (Deep Litter), berbilah/berlubang (All-Slat) dan kombinasi (Slat and Litter). Lantai tanah/semen adalah kandang yang lantainya dari tanah dipadatkan atau disemen dan di atasnya ditabur bahan alas lantai seperti sekam. Lantai berbilah, adalah ...

The post Lantai Kandang Ayam Modern appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Pendahuluan Lantai Kandang Ayam Modern

Ada beberapa tipe lantai kandang ayam modern untuk broiler (pedaging/potong) yang dipakai peternak di Indonesia. Yaitu lantai tanah/semen (Deep Litter), berbilah/berlubang (All-Slat) dan kombinasi (Slat and Litter).
Lantai tanah/semen adalah kandang yang lantainya dari tanah dipadatkan atau disemen dan di atasnya ditabur bahan alas lantai seperti sekam. Lantai berbilah, adalah kandang dibuat model panggung yang lantainya dibuat jajaran kayu dengan celah antar kayu sekitar 1-2 cm sehingga kotoran jatuh ke tanah, sedang kombinasi yaitu kandang sebagian lantai tanah dan sebagian panggung biasanya digunakan di pembibit ayam (breeding farm).

lantai kandang ayam modern

Pada kandang berlantai tanah biasanya lantai ditaburi/dialasi dengan sekam. Ketebalan yang diperlukan antara 5 s/d 10 cm, dan digunakan untuk memelihara ayam broiler dari umur 1 hari sampai panen. Jika basah/lembab sekam dibalik atau diganti yang baru. Pada kandang panggung lantai dialasi plastik/terpal dulu. Setelah itu baru ditebar sekam dan digunakan untuk memelihara ayam dari umur 1 s/d 14 hari. Hal ini untuk menghindari kaki ayam terperosok. Setelah itu alas plastik/ terpal dikeluarkan sehingga kotoran jatuh ke tanah. Untuk bahan alas lantai kandang ayam modern yang biasa digunakan peternak adalah sekam. Mungkin alasan utama adalah murah dan mudah didapat. Nmun karena sekam sekarang bersaing dengan usaha industri batu bata, maka harga meningkat. Dan sampai peternak di Kedu Temanggung kesulitan sekam dan mengancam kelangsungan usaha peternakannya.

Bahan Lantai Kandang

Sebenarnya peternak dapat menggunakan bahan alas lantai kandang ayam modern (litter) tidak harus sekam, boleh dari bahan lain karena hakikatnya bahan yang dipakai harus mempunyai daya serap terhadap air tinggi. Menurut Brake (1992) bahwa bahan litter yang baik adalah bahan yang :

  1. bersifat absorben (Absorben adalah mempunyai daya serap terhadap air tinggi sehingga kotoran cepat kering)
  2. bebas debu (Bebas debu maksudnya jika sudah ditempatinya ayam tidak mengeluarkan debu yang dapat menyebabkan iritasi pada mata ayam maupun pekerja)
  3. sukar untuk dimakan ayam (Sukar untuk dimakan ayam maksudnya ukuran partikel bahan litter lebih besar dibanding ukuran partikel pakan terutama di awal pemeliharaan)
  4. tidak beracun (Tidak beracun maksudnya jika bahan litter ada yang termakan oleh ayam tidak akan mematikan ayam)
  5. murah/berlimpah (Murah dan mudah didapat maksudnya bahan yang dipakai tidak menjadikan biaya produksi jadi meningkat tajam dan ketersediaannya kontinyu)
  6. mudah diangkut/diganti (Mudah diangkut/diganti maksudnya jika di dalam kandang litter basah/lembab sekam dibalik atau diganti yang baru)

lantai kandang ayam modern

Sudah banyak penelitian bahan untuk lantai kandang ayam modern seperti, sekam dilaporkan oleh Haque dan Chowdhury (1994), potongan kertas dan tatal kayu halus dilakukan oleh Lien et al (1992), kulit kacang oleh Lien et al (1998) semua hasilnya tidak mempengaruhi karakteristik produksi dan kesehatan, kematian, berat badan, konsumsi pakan, konversi pakan, hasil karkas, kasus lepuh dada ataupun kelainan kaki pada ayam broiler. Bahan selain sekam semestinya dapat digunakan oleh peternak kita untuk bahan litter. Seperti : serbuk gergaji, serpihan kayu, kulit kacang, kulit kedele, tongkol jagung, ampas tebu, potongan jerami, perca kertas dll. Karena bahan ini di Indonesia ada dan berlimpah.

Ini artinya peternak tidak perlu memaksakan memakai sekam untuk bahan litter. Tetapi bisa diganti bahan lain jika sekam sulit dan mahal. Atau peternak dapat menggunakan bahan litter secara bercampur (mixing materials), lebih baik lagi jika ditambah kotoran sapi kering, sebab akan meningkatkan kandungan vitamin B12 karena vitamin tersebut tidak dapat disintesa di dalam tubuh ayam.

Maka sebaiknya dan sudah waktunya jika peternak tidak perlu takut untuk bertanya ke Institusi seperti Perguruan Tinggi, Dinas/lembaga terkait jika mempunyai persoalan di dalam usahanya. Sehingga institusi seperti Universitas Gadjah Mada betul-betul universitas kerakyatan tetap dekat dengan rakyat dan hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

The post Lantai Kandang Ayam Modern appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/lantai-kandang-ayam-modern/feed/ 3 2124
Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler http://dhanangclosedhouse.com/ventilasi-tunnel-pada-kandang-broiler/ http://dhanangclosedhouse.com/ventilasi-tunnel-pada-kandang-broiler/#comments Tue, 09 Jan 2018 00:30:20 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2111 Pendahuluan Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler Ventilasi tunnel pada kandang broiler merupakan salah satu dari banyak sistem yang diperlukan untuk kandang closed house. Fungsi Sistem Ventilasi yang cukup dalam kandang sangatlah penting untuk mendukung proses produksi broiler di Indonesia. Secara prinsip terdapat 5 alasan mengapa kita membutuhkan ventilasi dalam kandang, yaitu: Untuk membuang panas Untuk ...

The post Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Pendahuluan Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler

Ventilasi tunnel pada kandang broiler merupakan salah satu dari banyak sistem yang diperlukan untuk kandang closed house. Fungsi Sistem Ventilasi yang cukup dalam kandang sangatlah penting untuk mendukung proses produksi broiler di Indonesia. Secara prinsip terdapat 5 alasan mengapa kita membutuhkan ventilasi dalam kandang, yaitu:

  1. Untuk membuang panas
  2. Untuk membuang uap air yang berlebih
  3. Untuk mengurangi debu dan bau
  4. Untuk mencegah terbentuknya gas berbahaya seperti amonia dan karbon dioksida
  5. Untuk memberikan oksigen yang cukup untuk respirasi

Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler

Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler

Dari 5 alasan tersebut, 2 alasan yang paling utama adalah untuk membuang kelebihan panas dan kelebihan uap air dalam kandang. Selama cuaca panas, hal yang paling penting dari ventilasi adalah membuang kelebihan panas yang terdapat di dalam kandang. Sebagaimana kita ketahui bahwa selama masa pertumbuhan, ayam-pun akan mengeluarkan panas tubuh. Tetapi di sisi lain selama cuaca dingin atau saat ayam masih kecil (DOC), panas justru dibutuhkan.

Selama cuaca panas, termasuk pengeluaran panas tubuh ayam yang dikombinasikan dengan panas dari udara luar dan dari radiasi sinar matahari menyebabkan penurunan konsumsi pakan, penurunan pertumbuhan dan peningkatan kematian. Sistem ventilasi dan sistem pendinginan ini dapat membuang panas di dalam kandang yang berasal dari panas tubuh ayam dan panas dari radiasi sinar matahari. Saat ayam besar (menjelang akhir panen) jumlah panas dalam kandang semakin tinggi. Sebagai contoh kandang yang berisi 11.500 kg ayam hidup akan menghasilkan panas sebesar 1 juta BTU/jam.

Selama cuaca dingin, fungsi utama ventilasi adalah untuk membuang kelebihan uap air dari dalam kandang dan tetap mempertahankan panas yang diproduksi oleh ayam maupun pemanas brooder. Kandang yang berisi 11.500 kg ayam hidup akan menghasilkan 40 gallons uap air/jam. Apabila kandang bertipe Closed House, sistem ventilasi ini harus dioperasikan dengan timer untuk membuang uap air yang berasal dari ayam atau dari kondisi yang lembab.

Apakah Ventilasi Tunnel Itu ?

Ventilasi tunnel adalah sebuah sistem dimana kipas exhaus diletakkan di ujung akhir kandang (outlet) dan di ujung bersebrangannya terdapat area untuk masuk udara (inlet). Udara akan masuk lewat inlet, selanjutnya udara berjalan dalam kandang melewati sekumpulan ayam dan akhirnya udara akan keluar melalui kipas outlet

Ventilasi tunnel adalah tipe sistem exhaus. Kipas ini bekerja seperti pompa yang akan menarik udara dari inlet ke outlet. Penarikan (pemompaan) angin dari dalam ke luar kandang menyebabkan tekanan udara dalam kandang menurun. Tekanan udara di luar kandang akan mendorong udara menjadi masuk ke dalam kandang melalui inlet. Pada kandang dengan tirai sepanjang sisi kandang (kanan dan kiri), inlet berada di depan yang sehadap dengan kipas exhaus. Sehingga bisa dibayangkan bahwa gerakan angin dalam kandang seperti aliran air di dalam pipa. Udara yang masuk ke dalam kandang dapat didinginkan apabila di inlet menggunakan “evaporative cooling pad”.

Kerugian ventilasi tunnel adalah dibutuhkan kipas exhaus yang cukup sesuai dengan volume kandang. Selain itu dibutuhkan biaya ekstra untuk operasional ventilasi tunnel ini sejalan dengan peningkatan berat badan agar pertumbuhan tetap optimal dan kematian menurun selama cuaca ekstrem panas.

Bagaimana Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler Bekerja ?

Pergerakan angin adalah salah satu dari metode paling efektif untuk mendinginkan ayam selama cuaca panas. Saat udara bergerak melewati tubuh ayam yang panas maka panas ini akan keluar dari tubuh sehingga tubuh merasa lebih dingin. Semakin banyak jumlah angin yang bergerak ini maka semakin banyak efek dingin yang dihasilkan. Efek dingin yang dihasilkan dari pergerakan angin ini umumnya dikenal dengan istilah “Efek Windchill”.

Pada pemahaman lebih lanjut efek windchill ini berbeda tiap umurnya. Bahkan bila dikaji lebih lanjut, ternyata efek windchill juga berbeda antara broiler, layer, pullet maupun breeder. Perbedaan ini diakibatkan oleh konstanta atau “Chill Factor” yang berbeda.

Ventilasi tunnel menghasilkan pergerakan angin yang cepat di dalam kandang. Kecepatan angin umumnya antara 350 sampai 400 FPM (feet per menit) atau ekivalen dengan 1,7 sampai 2 m/detik. Kecepatan angin dalam range ini akan menurunkan suhu sekitar 3,5°C sampai 4°C. Efek ini akan menurun bila temperatur udara meningkat di atas 33°C, bila efek dingin ingin didapatkan maka dibutuhkan “evaporative colling system”.

Yang harus kita ingat adalah meskipun ventilasi tunnel pada kandang broiler bekerja efektif untuk meningkatkan kenyamanan ayam dan meningkatkan performance saat cuaca panas tidak serta merta itu berlaku untuk ventilasi saat cuaca dingin. Saat cuaca dingin, walaupun kecepatan ventilasi diturunkan sampai batas ventilasi minimum (sesuai acuan), ventilasi tunnel ini sudah cukup bekerja untuk membuang uap air, dan amoniak.

Sistem ventilasi tunnel pada kandang broiler sudah cukup mampu untuk menurunkan suhu di dalam kandang dibandingkan suhu di luar kandang. Bila dikehendaki suhu yang lebih rendah maka sistem pendinginan dapat digunakan. Sistem pendinginan evaporasi secara umum mulai banyak digunakan di Indonesia, sistem ini menggunakan cell pad yang ditempatkan di ruang inlet.

The post Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/ventilasi-tunnel-pada-kandang-broiler/feed/ 3 2111
Closed House dan Setting Kelembaban http://dhanangclosedhouse.com/closed-house-dan-setting-kelembaban/ http://dhanangclosedhouse.com/closed-house-dan-setting-kelembaban/#comments Fri, 05 Jan 2018 00:30:32 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2096 Closed House dan Setting Kelembaban Kali ini kita akan membahas mengenai manajemen kandang closed house, yaitu Closed House dan Setting Kelembaban. Meskipun terbilang eksklusif karena tinggi investasi, closed house bisa dikatakan identik dengan “rumah idaman ayam”. Pasalnya, kondisi lingkungan yang dihasilkan dalam closed house bisa diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan suasana nyaman yang diinginkan ...

The post Closed House dan Setting Kelembaban appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Closed House dan Setting Kelembaban

Kali ini kita akan membahas mengenai manajemen kandang closed house, yaitu Closed House dan Setting Kelembaban. Meskipun terbilang eksklusif karena tinggi investasi, closed house bisa dikatakan identik dengan “rumah idaman ayam”. Pasalnya, kondisi lingkungan yang dihasilkan dalam closed house bisa diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan suasana nyaman yang diinginkan ayam. Beberapa keuntungan menggunakan kandang closed house di antaranya tidak terpengaruh perubahan cuaca lingkungan, kualitas udara yang tersedia lebih baik, suhu bisa diatur, dan ayam pun menjadi lebih tenang, segar, dan nyaman. Dengan manipulasi lingkungan tersebut, kepadatan ayam pun bisa ditingkatkan tanpa harus mendirikan bangunan kandang baru sehingga hemat tenaga kerja. Baiklah kita langsung saja masuk ke pokok pembahasan tentang Closed House dan Setting Kelembaban.

Ancaman amoniak di kandang closed house

Memiliki segudang keunggulan ternyata bukan jaminan closed house terbebas dari masalah kematian ayam akibat stres dan penyakit. Salah satu ancaman bagi kesehatan ayam datang dari manajemen kelembapan yang yang buruk. Akibatnya, litter yang menggumpal akibat air dan kotoran menjadi sumber gas beracun serta tempat berkembangnya virus dan bakteri yang mengancam kesehatan. Salah satu ancaman besar dalam kandang closed house adalah munculnya amoniak (NH3).

Dikenal mempunyai daya iritasi yang tinggi, keberadaan amoniak dalam kandang, terutama postal, harus diwaspadai. Maklum, jarak antara saluran pernapasan ayam dengan lokasi sumber amoniak hanya sekira tinggi ayam, paling tidak 20 cm atau kurang. Dengan massa jenis lebih besar dari udara, amoniak cenderung tidak mudah menguap ke atas dan terbuang ke udara. Bisa ditebak, ayam akan menghirup gas yang bisa mengiritasi mukosa membran pada mata dan saluran pernapasan ayam ini terus-menerus. Dampaknya ? Tergantung pada konsentrasi amoniak yang ada.

Menurut Ritz et al., 2004, rekomendasi umum untuk kandungan amoniak yang aman dan belum menimbulkan gangguan pada ayam di bawah 20 ppm. Lebih dari itu, amoniak bisa menimbulkan kerugian pada ayam. Selain merusak membran mata dan pernapasan, dampak lainnya membuat hambatan pertumbuhan dan penurunan produksi telur. Secara tidak langsung, amoniak dengan kadar tinggi ternyata juga bisa memicu munculnya kasus infeksi penyakit saluran pernapasan seperti korisa, ILT, CRD, ND, IB, dan AI. Wajar saja, kerusakan membran saluran pernapasan melemahkan gerbang pertahanan terhadap infeksi bibit penyakit.

Dalam Medion Online juga disebutkan bahwa efek lain dari tingginya kadar amoniak adalah timbulnya gangguan pembentukan kekebalan tubuh, baik yang bersifat lokal maupun humoral. Pada produksi kekebalan lokal (IgA) yang terdapat dalam saluran pernapasan atas terjadi gangguan. Hal ini disebabkan rusaknya sel-sel epitel oleh iritasi amoniak. Adapun kadar amoniak yang tinggi dalam darah, akibat terhisap dalam jumlah besar, menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) juga mengalami gangguan (North, 1984).

Tabel Pengaruh Gas Amoniak terhadap Ternak Ayam

Closed House dan Setting Kelembaban yang Tepat
Sumber: Disease of Poultry (2003) dalam Medion Online

Setting cooling pad tepat, kelembapan closed house terawat

Salah satu prinsip dalam menurunkan suhu adalah sistem evaporasi dengan menggunakan colling pad, yaitu uap air yang dihasilkan colling pad akan dihisap kipas dan dialirkan ke dalam kandang. Efeknya, suhu yang awalnya tinggi menjadi lebih rendah.

“Namun, ada masalah pada setting sistem elektrikalnya,” ujar Agus Yohani Slamet, pemilik Tembalang Poultry Equipment, sekaligus pengelola website marketing peralatankandangayam.com dan kandangclosehouse.com.

Menurut Agus, kebanyakan teknisi men-setting aktivasi colling pad hingga suhu 25°C atau 26°C tercapai. Artinya, colling pad akan berjalan atau aktif dialiri air hingga mencapai suhu tersebut. Adapun kipas dibuat off atau mati pada suhu 27°C. “Dampaknya, kelembapan menjadi tinggi. Salah satu indikatornya terlihat dari sekam yang menggumpal.”

Agar performa closed house optimal, pengaturan perlu dilakukan pada sistem elektrikal, yaitu cooling pad dan kipas. Untuk cooling pad, aktivasi sebaiknya diatur pada suhu 28,5°C atau 29°C. Sementara kipas diatur pada suhu yang sama dengan cooling pad. Artinya, suhu kandang di-setting pada suhu 29°C.

Setelah pengaturan suhu, selanjutnya adalah pengaturan waktu nyala dan mati cooling pad. “Cooling pad dibuat intermiten 6 menit menyala dan 5 menit mati,” jelas Agus.

Pengaturan pada cooling pad dan kipas sebaiknya dibedakan antara siang dan malam hari. Jika kipas yang menyala pada malam hari sedikit, kandang menjadi pengap. Menurut Agus, kesalahan yang sering dilakukan peternak adalah mengandalkan Temtron—misalnya—untuk sistem elektrikal otomatisnya dengan paramater suhu kandang yang rendah. “Pengalaman di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kandang milik Bpk. Tafaul dengan populasi 35 ribu ekor ayam bisa mencapai IP 401. Sistem elektrikal yang digunakan semi-otomatis,” ungkap Agus.

Indeks Produksi (IP) broiler merupakan parameter keberhasilan dalam beternak ayam broiler. Di bawah 300 berarti jelek, antara 300—400 baik, sedangkan di atas 400 berarti excellent. Cara penghitungan Indeks Produksi sebagai berikut.

Indeks Produksi (IP) = [Ayam hidup (%) x Berat rata-rata (kg)] : [Umur x FCR x 100%]

Dengan sistem semi-otomatis, mekanisme kerja alat tidak semata-mata diserahkan pada sistem otomatisnya. Peternak perlu melakukan pengaturan manual untuk merubah setting sehingga pengaturan saat membedakan setelan alat pada siang dan malam hari bisa dilakukan.

Dengan pengontrolan yang baik secara rutin dan teratur, suhu lingkungan kandang akan lebih terjamin sesuai dengan harapan. Selain menghindarkan ternak ayam dari stres akibat suhu tinggi, yang tak kalah penting juga terhindar dari tingginya kelembapan yang berpengaruh pada kesehatan dan tingkat produksi.

Demikian pembahasan tentang Closed House dan Setting Kelembaban, semoga dapat menambah wawasan anda.

The post Closed House dan Setting Kelembaban appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/closed-house-dan-setting-kelembaban/feed/ 7 2096
Menghitung Hasil Panen http://dhanangclosedhouse.com/menghitung-hasil-panen/ http://dhanangclosedhouse.com/menghitung-hasil-panen/#comments Sat, 30 Dec 2017 00:30:08 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2067 Panen merupakan saat yang paling dinantikan oleh peternak ayam broiler/ayam pedaging karena harapan dan jerih payah selama pemeliharaan ayam broiler akan segara terganti dengan uang. Hasil panen yang diharapkan tentunya mendatangkan keuntungan maksimal. Meskipun bisa diestimasikan sebelum panen, namun keuntungan riil peternak hanya bisa dipastikan setelah semua ayam selesai terjual. Bagaimana kita dapat menghitung hasil ...

The post Menghitung Hasil Panen appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Panen merupakan saat yang paling dinantikan oleh peternak ayam broiler/ayam pedaging karena harapan dan jerih payah selama pemeliharaan ayam broiler akan segara terganti dengan uang. Hasil panen yang diharapkan tentunya mendatangkan keuntungan maksimal. Meskipun bisa diestimasikan sebelum panen, namun keuntungan riil peternak hanya bisa dipastikan setelah semua ayam selesai terjual. Bagaimana kita dapat menghitung hasil panen ? akan kita bahas selanjutnya di artikel ini.

Panen adalah gerbang terakhir untuk mencapai keuntungan karena keuntungan yang sudah di depan mata bisa saja hilang karena kekurangwaspadan saat panen. Panen bisa mulai dilakukan apabila bobot sudah di kehendaki oleh pasar. Biasanya pada pemeliharaan dengan sistem kemitraan, harga ayam dan waktu panen ditentukan bersama-sama oleh inti dan mitra. Lain halnya dengan sistem mandiri, waktu panen ditentukan oleh peternak sendiri. Peternak mandiri harus pandai-pandai menentukan waktu panen karena berkenaan dengan besarnya keuntungan yang nantinya akan didapat.

Menghitung Hasil Panen

Cara menghitung kematian/mortalitas (Kematian dihitung dalam persentase %)

Rumus :
Mortalitas (%) = Jumlah ayam mati / Jumlah ayam masuk x 100%

Contoh :
Seorang peternak memelihara ayam 40.000 ekor dengan waktu pemeliharaan 35 hari. Pada waktu penangkapan ayam tinggal 39.600 ekor. Berapa mortalitas ayam tersebut ?

Jawaban :
Jumlah ayam yang mati = 40.000 ekor – 39.600 ekor = 400 ekor
Mortalitas (%) = 400 / 40.000 x 100% = 1%

Cara menghitung rata-rata umur tangkap

Rumus :
Umur Tangkap = Umur (U) x Jumlah (J) / Total tangkap (T)

Contoh :
Tanggal 25/2, umur 33 hari, jumlah 20.000
Tanggal 26/2, umur 34 hari, jumlah 10.000
Tanggal 27/2, umur 35 hari, jumlah 10.000

Jawaban :
Umur tangkap = (33×20.000) + (34×10.000) + (35×9.600) / 39.600 = 33.7

Cara menghitung konversi pakan (FCR)

Rumus :
FCR = Jumlah pakan (kg) / Jumlah berat hidup (kg)

Contoh :
Seorang peternak memelihara ayam 40.000 ekor. Setelah umur 34 hari, ayam dipanen sebanyak 39.600 ekor dengan total berat sebanyak 76.032 kg. Adapun pakan yang dihabiskan sebanyak 117.200 kg. Berapa FCR-nya ?

Jawaban :
FCR = 117.200 kg / 76.032 kg = 1.54

Cara menghitung indeks produksi (IP)

Rumus :
Indeks Produksi (IP) = Ayam hidup (%) x Berat rata-rata (kg) / Umur x FCR x 100%

Contoh :
Seorang peternak memelihara ayam 40.000 ekor. Pada umur 34 hari, ayam dipanen sebanyak 39.600 ekor dengan total berat 76.032 kg. Adapun rata-rata berat badan adalah 1.92 kg. Hitung berapa indeks produksi (IP)-nya ?

Jawaban :
IP = (99% x 1.92 kg) / (34 x 1.54) x 100% = 362

Demikian cara menghitung hasil panen sehingga kita bisa memanajemen kandang ayam kita dengan baik.

The post Menghitung Hasil Panen appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/menghitung-hasil-panen/feed/ 3 2067