Kandang – Dhanang Closed House http://dhanangclosedhouse.com Peternak Maju Bersama Closed House Thu, 14 Jun 2018 16:59:50 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.1.1 97788614 Kemegahan Kandang Modern Closed House http://dhanangclosedhouse.com/kemegahan-kandang-modern-closed-house/ Sat, 20 Jan 2018 00:30:23 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2144 Intermezzo Ketika seorang artis atau pejabat membuat rumah seharga Rp. 2 milyar atau lebih, maka media cetak atau elektronik menjadikannya sebuah berita yang fenomenal. Tetapi ketika ada “Kandang Ayam” yang harga per unitnya Rp. 1,5 bahkan Rp. 2,5 Milyar, pernahkah menjadi sebuah berita yang fenomenal ? Kandang modern closed house inilah yang akan kita bicarakan ...

The post Kemegahan Kandang Modern Closed House appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Intermezzo

Ketika seorang artis atau pejabat membuat rumah seharga Rp. 2 milyar atau lebih, maka media cetak atau elektronik menjadikannya sebuah berita yang fenomenal. Tetapi ketika ada “Kandang Ayam” yang harga per unitnya Rp. 1,5 bahkan Rp. 2,5 Milyar, pernahkah menjadi sebuah berita yang fenomenal ? Kandang modern closed house inilah yang akan kita bicarakan kali ini.

“Kandang Ayam” ? Ya benar, dan itu bukan kata kiasan, itu asli sebuah bangunan yang sengaja dibangun dan dijadikan sebagai tempat hidup bagi ayam selama masa hidupnya. Pengertian ayam di sini murni adalah ayam sebagaimana kita kenal dan bukan “ayam” dalam pengertian kiasan yang aneh-aneh.

Mau tau benarkah harga sebuah “Kandang Ayam” mencapai nilai milyar rupiah ? Silahkan simak terus artikel di bawah ini.

Kemegahan Kandang Modern Closed House

Bagi orang awam, ketika mendengar kata “ayam” atau “kandang ayam” maka yang terlintas dalam benak pikirannya mungkin bau, jijik, jorok, kaum udik, kampungan, wong nDeso, dan segala hal yang sama sekali jauh dari kata modern. Bagi Anda yang masih berpandangan seperti itu, sudah saatnya sekarang untuk membuka mata dan pikiran bahwa ayam sekarang sudah bukan seperti yang anda pikirkan.

Sebagai ilustrasi, andai uang “Gayus Tambunan” yang konon Rp. 75 M itu dijadikan kandang ayam ini, maka uang itu hanya bisa untuk membangun 30 unit kandang yang bisa diisi ayam hanya 1,5 juta ekor (atau sekitar 1,5% dari seluruh ayam petelur di Indonesia). Mengapa hanya segitu ? Simak jawabannya di bawah ini.

Ya bahwa kandang modern closed house ayam petelur mulai trend di Indonesia dalam tahun-tahun belakangan ini. Memang jumlahnya belum banyak dan prediksinya akan semakin banyak jumlah tersebut dalam 10 sampai 15 tahun mendatang.

Apa sebenarnya Kandang Modern Closed House Ayam Petelur ?

Kandang Modern Closed House Ayam Petelur adalah sebuah kandang yang digunakan untuk tempat hidup ayam selama masa pemeliharaan. Hanya saja sarana yang ada di dalam kandang tersebut seluruhnya menggunakan bahan yang serba modern dan otomatis.

Aktivitas di dalam kandang tersebut memang hanya memberi pakan, memberi minum, menjaga kesehatan ayam, tetapi semua aktivitas ini dikerjakan oleh mesin secara otomatis yang dirancang sesuai dengan tujuan pemeliharaan itu.

Sementara  saya tidak ungkap detail dimensi luas kandangnya tetapi di salah satu wilayah di Pulau Jawa ini telah terbangun Kandang Modern Closed House Ayam Petelur yang berisi ayam sebanyak 36.000 ekor bahkan 54.000 ekor per unitnya. Dan itu tidak hanya 1 atau 2 unit melainkan akan lebih banyak lagi.

Kandang Modern Closed House Sudah Ada di Indonesia

Dengan begitu lengkap dan modern-nya sarana di dalam kandang tersebut, secara kasar biaya untuk membangun kandang modern tersebut tidak kurang dari Rp. 70.000,- per ekornya. Bila angka ini anda kalikan dengan populasi per kandang yang 36.000 ekor atau 54.000 ekor, maka akan ketemu angka Rp. 2,5 Milyar  dan Rp. 3,8 Milyar harga per unit kandang modern Closed House. Wooowww… megah sekali ya ? Dan percayakah anda tentang itu ?

Kandang tersebut riil sudah ada dan sudah beroperasi di Pulau Jawa ini. Mungkin anda akan bertanya, mengapa begitu mahal dan kapan akan kembalinya nilai modal sebanyak itu ? Untuk menjawab ini kita perlu diskusi pada sesi Analisa Ekonomi atau Study Kelayakan Proyek dengan variabel-variabel di dalamnya.

SDM yang Mumpuni

Yang menjadi poin diskusi kita saat ini adalah “Di Balik Kemegahan” tersebut. Ya benar karena jika faktor x ini tidak diperhatikan, maka nilai investasi yang ditanamkan pada Kandang Closed House itu akan “amburadul”. Faktor x yang saya maksud di sini adalah faktor SDM.

Anggaplah saya tidak menyangsikan kapabilitas modal yang anda miliki dengan nilai milyaran rupiah tadi untuk membangun kandang modern Closed House, tetapi bila anda kurang memberi perhatian pada kualitas SDM yang men-support anda maka “Dewi Fortuna” mungkin tidak singgah ke anda. Dan sayangnya SDM yang mumpuni dalam teknologi Closed House ini belum banyak di Indonesia.

Kemegahan Kandang Modern Closed House

Anggaplah kandang Closed House tersebut sebagai “Hardware”-nya, maka anda juga perlu “Software” yang “ciamik” untuk mendukungnya. Software ini-pun ternyata belum bisa diciptakan secara instan seperti halnya bikin web, BLOG atau sekedar menulis artikel seperti yang anda baca saat ini.

Saya yakin anda tidak akan berani “gambling” investasi milyaran rupiah di ayam petelur tanpa diimbangi dengan investasi pada SDM yang berkualitas.

Bekerja Sama dengan Perusahaan Terbaik

Salah satu trik yang mungkin bisa anda lakukan adalah anda harus berani untuk bisa membuka hubungan dengan perusahaan “terbaik” bidang perunggasan di Indonesia ini. Mengapa harus kepada perusahaan “terbaik” ? Ya karena perusahaan “terbaik” itu tentu secara teknologi maupun pengalamannya sudah lebih mumpuni dibanding perusahaan yang lain. Dan investasi pada Closed House ayam petelur ini tentu bukan berjalan hanya 1 atau 2 tahun melainkan berharap terus berjalan selama puluhan tahun.

Jadi, siapkah anda dengan investasi capital dan SDM untuk terjun ke Closed House ? Dengan berdiri tegak kita harus katakan “Selamat Datang Kandang Modern Closed House di Indonesia”.

Bagaimana pandangan anda, saya yakin anda juga punya sudut pandang sendiri.

The post Kemegahan Kandang Modern Closed House appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
2144
Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler http://dhanangclosedhouse.com/ventilasi-tunnel-pada-kandang-broiler/ http://dhanangclosedhouse.com/ventilasi-tunnel-pada-kandang-broiler/#comments Tue, 09 Jan 2018 00:30:20 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2111 Pendahuluan Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler Ventilasi tunnel pada kandang broiler merupakan salah satu dari banyak sistem yang diperlukan untuk kandang closed house. Fungsi Sistem Ventilasi yang cukup dalam kandang sangatlah penting untuk mendukung proses produksi broiler di Indonesia. Secara prinsip terdapat 5 alasan mengapa kita membutuhkan ventilasi dalam kandang, yaitu: Untuk membuang panas Untuk ...

The post Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Pendahuluan Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler

Ventilasi tunnel pada kandang broiler merupakan salah satu dari banyak sistem yang diperlukan untuk kandang closed house. Fungsi Sistem Ventilasi yang cukup dalam kandang sangatlah penting untuk mendukung proses produksi broiler di Indonesia. Secara prinsip terdapat 5 alasan mengapa kita membutuhkan ventilasi dalam kandang, yaitu:

  1. Untuk membuang panas
  2. Untuk membuang uap air yang berlebih
  3. Untuk mengurangi debu dan bau
  4. Untuk mencegah terbentuknya gas berbahaya seperti amonia dan karbon dioksida
  5. Untuk memberikan oksigen yang cukup untuk respirasi

Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler

Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler

Dari 5 alasan tersebut, 2 alasan yang paling utama adalah untuk membuang kelebihan panas dan kelebihan uap air dalam kandang. Selama cuaca panas, hal yang paling penting dari ventilasi adalah membuang kelebihan panas yang terdapat di dalam kandang. Sebagaimana kita ketahui bahwa selama masa pertumbuhan, ayam-pun akan mengeluarkan panas tubuh. Tetapi di sisi lain selama cuaca dingin atau saat ayam masih kecil (DOC), panas justru dibutuhkan.

Selama cuaca panas, termasuk pengeluaran panas tubuh ayam yang dikombinasikan dengan panas dari udara luar dan dari radiasi sinar matahari menyebabkan penurunan konsumsi pakan, penurunan pertumbuhan dan peningkatan kematian. Sistem ventilasi dan sistem pendinginan ini dapat membuang panas di dalam kandang yang berasal dari panas tubuh ayam dan panas dari radiasi sinar matahari. Saat ayam besar (menjelang akhir panen) jumlah panas dalam kandang semakin tinggi. Sebagai contoh kandang yang berisi 11.500 kg ayam hidup akan menghasilkan panas sebesar 1 juta BTU/jam.

Selama cuaca dingin, fungsi utama ventilasi adalah untuk membuang kelebihan uap air dari dalam kandang dan tetap mempertahankan panas yang diproduksi oleh ayam maupun pemanas brooder. Kandang yang berisi 11.500 kg ayam hidup akan menghasilkan 40 gallons uap air/jam. Apabila kandang bertipe Closed House, sistem ventilasi ini harus dioperasikan dengan timer untuk membuang uap air yang berasal dari ayam atau dari kondisi yang lembab.

Apakah Ventilasi Tunnel Itu ?

Ventilasi tunnel adalah sebuah sistem dimana kipas exhaus diletakkan di ujung akhir kandang (outlet) dan di ujung bersebrangannya terdapat area untuk masuk udara (inlet). Udara akan masuk lewat inlet, selanjutnya udara berjalan dalam kandang melewati sekumpulan ayam dan akhirnya udara akan keluar melalui kipas outlet

Ventilasi tunnel adalah tipe sistem exhaus. Kipas ini bekerja seperti pompa yang akan menarik udara dari inlet ke outlet. Penarikan (pemompaan) angin dari dalam ke luar kandang menyebabkan tekanan udara dalam kandang menurun. Tekanan udara di luar kandang akan mendorong udara menjadi masuk ke dalam kandang melalui inlet. Pada kandang dengan tirai sepanjang sisi kandang (kanan dan kiri), inlet berada di depan yang sehadap dengan kipas exhaus. Sehingga bisa dibayangkan bahwa gerakan angin dalam kandang seperti aliran air di dalam pipa. Udara yang masuk ke dalam kandang dapat didinginkan apabila di inlet menggunakan “evaporative cooling pad”.

Kerugian ventilasi tunnel adalah dibutuhkan kipas exhaus yang cukup sesuai dengan volume kandang. Selain itu dibutuhkan biaya ekstra untuk operasional ventilasi tunnel ini sejalan dengan peningkatan berat badan agar pertumbuhan tetap optimal dan kematian menurun selama cuaca ekstrem panas.

Bagaimana Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler Bekerja ?

Pergerakan angin adalah salah satu dari metode paling efektif untuk mendinginkan ayam selama cuaca panas. Saat udara bergerak melewati tubuh ayam yang panas maka panas ini akan keluar dari tubuh sehingga tubuh merasa lebih dingin. Semakin banyak jumlah angin yang bergerak ini maka semakin banyak efek dingin yang dihasilkan. Efek dingin yang dihasilkan dari pergerakan angin ini umumnya dikenal dengan istilah “Efek Windchill”.

Pada pemahaman lebih lanjut efek windchill ini berbeda tiap umurnya. Bahkan bila dikaji lebih lanjut, ternyata efek windchill juga berbeda antara broiler, layer, pullet maupun breeder. Perbedaan ini diakibatkan oleh konstanta atau “Chill Factor” yang berbeda.

Ventilasi tunnel menghasilkan pergerakan angin yang cepat di dalam kandang. Kecepatan angin umumnya antara 350 sampai 400 FPM (feet per menit) atau ekivalen dengan 1,7 sampai 2 m/detik. Kecepatan angin dalam range ini akan menurunkan suhu sekitar 3,5°C sampai 4°C. Efek ini akan menurun bila temperatur udara meningkat di atas 33°C, bila efek dingin ingin didapatkan maka dibutuhkan “evaporative colling system”.

Yang harus kita ingat adalah meskipun ventilasi tunnel pada kandang broiler bekerja efektif untuk meningkatkan kenyamanan ayam dan meningkatkan performance saat cuaca panas tidak serta merta itu berlaku untuk ventilasi saat cuaca dingin. Saat cuaca dingin, walaupun kecepatan ventilasi diturunkan sampai batas ventilasi minimum (sesuai acuan), ventilasi tunnel ini sudah cukup bekerja untuk membuang uap air, dan amoniak.

Sistem ventilasi tunnel pada kandang broiler sudah cukup mampu untuk menurunkan suhu di dalam kandang dibandingkan suhu di luar kandang. Bila dikehendaki suhu yang lebih rendah maka sistem pendinginan dapat digunakan. Sistem pendinginan evaporasi secara umum mulai banyak digunakan di Indonesia, sistem ini menggunakan cell pad yang ditempatkan di ruang inlet.

The post Ventilasi Tunnel Pada Kandang Broiler appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/ventilasi-tunnel-pada-kandang-broiler/feed/ 3 2111
Closed House dan Setting Kelembaban http://dhanangclosedhouse.com/closed-house-dan-setting-kelembaban/ http://dhanangclosedhouse.com/closed-house-dan-setting-kelembaban/#comments Fri, 05 Jan 2018 00:30:32 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2096 Closed House dan Setting Kelembaban Kali ini kita akan membahas mengenai manajemen kandang closed house, yaitu Closed House dan Setting Kelembaban. Meskipun terbilang eksklusif karena tinggi investasi, closed house bisa dikatakan identik dengan “rumah idaman ayam”. Pasalnya, kondisi lingkungan yang dihasilkan dalam closed house bisa diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan suasana nyaman yang diinginkan ...

The post Closed House dan Setting Kelembaban appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Closed House dan Setting Kelembaban

Kali ini kita akan membahas mengenai manajemen kandang closed house, yaitu Closed House dan Setting Kelembaban. Meskipun terbilang eksklusif karena tinggi investasi, closed house bisa dikatakan identik dengan “rumah idaman ayam”. Pasalnya, kondisi lingkungan yang dihasilkan dalam closed house bisa diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan suasana nyaman yang diinginkan ayam. Beberapa keuntungan menggunakan kandang closed house di antaranya tidak terpengaruh perubahan cuaca lingkungan, kualitas udara yang tersedia lebih baik, suhu bisa diatur, dan ayam pun menjadi lebih tenang, segar, dan nyaman. Dengan manipulasi lingkungan tersebut, kepadatan ayam pun bisa ditingkatkan tanpa harus mendirikan bangunan kandang baru sehingga hemat tenaga kerja. Baiklah kita langsung saja masuk ke pokok pembahasan tentang Closed House dan Setting Kelembaban.

Ancaman amoniak di kandang closed house

Memiliki segudang keunggulan ternyata bukan jaminan closed house terbebas dari masalah kematian ayam akibat stres dan penyakit. Salah satu ancaman bagi kesehatan ayam datang dari manajemen kelembapan yang yang buruk. Akibatnya, litter yang menggumpal akibat air dan kotoran menjadi sumber gas beracun serta tempat berkembangnya virus dan bakteri yang mengancam kesehatan. Salah satu ancaman besar dalam kandang closed house adalah munculnya amoniak (NH3).

Dikenal mempunyai daya iritasi yang tinggi, keberadaan amoniak dalam kandang, terutama postal, harus diwaspadai. Maklum, jarak antara saluran pernapasan ayam dengan lokasi sumber amoniak hanya sekira tinggi ayam, paling tidak 20 cm atau kurang. Dengan massa jenis lebih besar dari udara, amoniak cenderung tidak mudah menguap ke atas dan terbuang ke udara. Bisa ditebak, ayam akan menghirup gas yang bisa mengiritasi mukosa membran pada mata dan saluran pernapasan ayam ini terus-menerus. Dampaknya ? Tergantung pada konsentrasi amoniak yang ada.

Menurut Ritz et al., 2004, rekomendasi umum untuk kandungan amoniak yang aman dan belum menimbulkan gangguan pada ayam di bawah 20 ppm. Lebih dari itu, amoniak bisa menimbulkan kerugian pada ayam. Selain merusak membran mata dan pernapasan, dampak lainnya membuat hambatan pertumbuhan dan penurunan produksi telur. Secara tidak langsung, amoniak dengan kadar tinggi ternyata juga bisa memicu munculnya kasus infeksi penyakit saluran pernapasan seperti korisa, ILT, CRD, ND, IB, dan AI. Wajar saja, kerusakan membran saluran pernapasan melemahkan gerbang pertahanan terhadap infeksi bibit penyakit.

Dalam Medion Online juga disebutkan bahwa efek lain dari tingginya kadar amoniak adalah timbulnya gangguan pembentukan kekebalan tubuh, baik yang bersifat lokal maupun humoral. Pada produksi kekebalan lokal (IgA) yang terdapat dalam saluran pernapasan atas terjadi gangguan. Hal ini disebabkan rusaknya sel-sel epitel oleh iritasi amoniak. Adapun kadar amoniak yang tinggi dalam darah, akibat terhisap dalam jumlah besar, menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) juga mengalami gangguan (North, 1984).

Tabel Pengaruh Gas Amoniak terhadap Ternak Ayam

Closed House dan Setting Kelembaban yang Tepat
Sumber: Disease of Poultry (2003) dalam Medion Online

Setting cooling pad tepat, kelembapan closed house terawat

Salah satu prinsip dalam menurunkan suhu adalah sistem evaporasi dengan menggunakan colling pad, yaitu uap air yang dihasilkan colling pad akan dihisap kipas dan dialirkan ke dalam kandang. Efeknya, suhu yang awalnya tinggi menjadi lebih rendah.

“Namun, ada masalah pada setting sistem elektrikalnya,” ujar Agus Yohani Slamet, pemilik Tembalang Poultry Equipment, sekaligus pengelola website marketing peralatankandangayam.com dan kandangclosehouse.com.

Menurut Agus, kebanyakan teknisi men-setting aktivasi colling pad hingga suhu 25°C atau 26°C tercapai. Artinya, colling pad akan berjalan atau aktif dialiri air hingga mencapai suhu tersebut. Adapun kipas dibuat off atau mati pada suhu 27°C. “Dampaknya, kelembapan menjadi tinggi. Salah satu indikatornya terlihat dari sekam yang menggumpal.”

Agar performa closed house optimal, pengaturan perlu dilakukan pada sistem elektrikal, yaitu cooling pad dan kipas. Untuk cooling pad, aktivasi sebaiknya diatur pada suhu 28,5°C atau 29°C. Sementara kipas diatur pada suhu yang sama dengan cooling pad. Artinya, suhu kandang di-setting pada suhu 29°C.

Setelah pengaturan suhu, selanjutnya adalah pengaturan waktu nyala dan mati cooling pad. “Cooling pad dibuat intermiten 6 menit menyala dan 5 menit mati,” jelas Agus.

Pengaturan pada cooling pad dan kipas sebaiknya dibedakan antara siang dan malam hari. Jika kipas yang menyala pada malam hari sedikit, kandang menjadi pengap. Menurut Agus, kesalahan yang sering dilakukan peternak adalah mengandalkan Temtron—misalnya—untuk sistem elektrikal otomatisnya dengan paramater suhu kandang yang rendah. “Pengalaman di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kandang milik Bpk. Tafaul dengan populasi 35 ribu ekor ayam bisa mencapai IP 401. Sistem elektrikal yang digunakan semi-otomatis,” ungkap Agus.

Indeks Produksi (IP) broiler merupakan parameter keberhasilan dalam beternak ayam broiler. Di bawah 300 berarti jelek, antara 300—400 baik, sedangkan di atas 400 berarti excellent. Cara penghitungan Indeks Produksi sebagai berikut.

Indeks Produksi (IP) = [Ayam hidup (%) x Berat rata-rata (kg)] : [Umur x FCR x 100%]

Dengan sistem semi-otomatis, mekanisme kerja alat tidak semata-mata diserahkan pada sistem otomatisnya. Peternak perlu melakukan pengaturan manual untuk merubah setting sehingga pengaturan saat membedakan setelan alat pada siang dan malam hari bisa dilakukan.

Dengan pengontrolan yang baik secara rutin dan teratur, suhu lingkungan kandang akan lebih terjamin sesuai dengan harapan. Selain menghindarkan ternak ayam dari stres akibat suhu tinggi, yang tak kalah penting juga terhindar dari tingginya kelembapan yang berpengaruh pada kesehatan dan tingkat produksi.

Demikian pembahasan tentang Closed House dan Setting Kelembaban, semoga dapat menambah wawasan anda.

The post Closed House dan Setting Kelembaban appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/closed-house-dan-setting-kelembaban/feed/ 7 2096
Lokasi Dalam Membangun Kandang Ayam http://dhanangclosedhouse.com/menentukan-lokasi-dalam-membangun-kandang-ayam/ Sat, 23 Dec 2017 00:30:26 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2062 Beberapa faktor yang mutlak diperhatikan dalam menentukan lokasi dalam membangun kandang ayam untuk usaha peternakan (sebaiknya dikonsultasikan juga dengan Technical Support dari perusahaan inti) : Letak dan bentuk lahan Lokasi dekat dengan jalan utama Lokasi dekat dengan jaringan listrik 3 phase Lahan memanjang menghadap barat – timur dengan bentuk ideal memanjang persegi Topografi Carilah tanah ...

The post Lokasi Dalam Membangun Kandang Ayam appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Beberapa faktor yang mutlak diperhatikan dalam menentukan lokasi dalam membangun kandang ayam untuk usaha peternakan (sebaiknya dikonsultasikan juga dengan Technical Support dari perusahaan inti) :

    1. Letak dan bentuk lahan
      • Lokasi dekat dengan jalan utama
      • Lokasi dekat dengan jaringan listrik 3 phase
      • Lahan memanjang menghadap barat – timur dengan bentuk ideal memanjang persegi
    2. Topografi
      • Carilah tanah dengan kontur tanah serata mungkin agar biaya cut and fill dapat ditekan seminim mungkin. Hindari pengurugan tanah dari luar area kandang karena biaya yang diperlukan cukup besar
      • Lokasi tidak disarankan terletak di lembah karena udara cenderung lebih lembab
      • Ada saluran pembuangan air
    3. Luas lahan
      • Ideal luas minimal 1 hektar sampai dengan maksimal 2 hektar (untuk membangun 2 – 4 kandang)
    4. Sumber air
      • Disarankan sebelum membeli dilakukan pengujian Geolistrik untuk mengetahui sumber air dan debit air. Karena air merupakan kebutuhan yang sangat penting dan memerlukan debit yang besar.
    5. Kedekatan lahan dengan hunian sekitar
      • Disarankan jauh dari pemukiman, jauh dari sekolah/kegiatan, sebaiknya minimal 1 km dari kandang lainnya (terutama kandang breeding dan layer) dan minimal 2 km dari hunian.
    6. Tempat pemotongan atau penjualan ayam
      • Jika lokasi dekat dengan rumah potong dan pasar, akan menjadi nilai plus untuk sistem kemitraan mempercepat waktu panen dan chick in
    7. Keamanan
      • Selain keamanan dilokasi kandang harus diperhatikan juga keamanan pada jalur jalur yang selalu dilewati. Jika lokasi banyak preman/LSM/ormas kurang disarankan. Pastikan juga keamanan dari sisi bencana alam
    8. Perijinan
      • Lokasi pada umumnya tidak diperbolehkan di zona industry, wisata, pemukiman, pertanian irigasi, daerah resapan. Sesuai dengan peraturan daerah
      • Hal yang paling penting, pastikan ijin-ijin didapatkan sebelum membeli dan membangun kandang. Untuk langkah awal perlu adanya informasi tata ruang dari pemda setempat . Disamping itu nantinya perlu minta rekomendasi dari dinas peternakan, dan bisa pararel sosialisasi ijin dengan penduduk sekitar. Untuk langkah-langkah ijin selanjutnya bisa melalui notaris

Lokasi Dalam Membangun Kandang Ayam

Demikianlah beberapa faktor yang digunakan dalam menentukan lokasi dalam membangun kandang ayam (close house). Semoga artikel ini dapat membantu dan bisa menjadi referensi peternak ayam.

The post Lokasi Dalam Membangun Kandang Ayam appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
2062
Keunggulan Kandang Closed House Pada Peternakan Ayam http://dhanangclosedhouse.com/keunggulan-kandang-closed-house/ http://dhanangclosedhouse.com/keunggulan-kandang-closed-house/#comments Fri, 15 Dec 2017 00:30:52 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2044 Apa Kelebihan Model Kandang Broiler dengan Sistem Closed House vs Open House ? Sistem atau model atau teknologi perkandangan ayam selalu berkembang secara dinamis. Salah satu model kandang yang sedang trend saat ini adalah sistem closed house. Apa saja keunggulan kandang closed house dibandingkan dengan sistem kandang yang biasa dipakai / open house ? Inilah beberapa keunggulan ...

The post Keunggulan Kandang Closed House Pada Peternakan Ayam appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Apa Kelebihan Model Kandang Broiler dengan Sistem Closed House vs Open House ?

Sistem atau model atau teknologi perkandangan ayam selalu berkembang secara dinamis. Salah satu model kandang yang sedang trend saat ini adalah sistem closed house. Apa saja keunggulan kandang closed house dibandingkan dengan sistem kandang yang biasa dipakai / open house ? Inilah beberapa keunggulan model kandang closed house yang menjadikan model ini sangat populer saat ini.

Kelebihan dan keunggulan kandang closed house :

  • Tingkat kepadatan kandang bisa 2-3 kali kandang open house. Jika kandang open house per meter persegi hanya untuk 6-8 ekor maka kandang closed house bisa 14-18 ekor ayam per meter perseginya.
  • Stress lingkungan sangat minim pada kandang closed house.
  • Temperatur efektif pada kandang closed house mudah diatur sesuai dengan kebutuhan hidup ayam.
  • Mudahnya mengontrol bio security pada kandang closed house dibandingkan open house.
  • Keseragaman produksi atau pertumbuhan ayam lebih bagus.
  • Pencahayaan pada kandang closed house lebih merata dibandingkan open house.
  • Performance ayam sangat bagus sedangkan biaya per kg ayam hidup rendah.
  • Perawatan kandang murah dan daya tahan kandang lebih lama.

James Wu, Marketing Manager AGCO GSI (Malaysia) Sdn Bhd, mengajak peternak untuk melihat gambar besarnya. Pertama, keunggulan kandang closed house lebih ramah lingkungan dan ramah juga ke permukiman yang ada di sekitar kandang. “Kandang sistem ini memberikan keuntungan dari sisi ini. Kandang terbuka lebih banyak memiliki masalah lingkungan, terutama bau dan lalat. Isu biosekuriti juga menjadi salah satu isu penting kala membahas kandang terbuka,” jawabnya.

Di kandang terbuka, lanjut James, udara dan serangga seperti lalat dapat dengan bebas masuk tanpa adanya pengamanan biosekuriti yang bagus. Sehingga dapat menularkan penyakit ke seluruh ayam yang ada di dalam kandang. Udara dan serangga ini secara langsung maupun tidak, akan mempengaruhi kehidupan tetangga kandang. Jadi, dengan kandang tertutup peternak diharapkan dapat mengontrol lingkungan yang lebih baik. Infeksi dari luar otomatis dapat dicegah dan iklim dalam kandang dapat dengan mudah diatur. Efeknya, lalat otomatis berkurang, dan bau tidak ada sehingga lebih ramah kepada tetangga kandang.

Keunggulan Kandang Closed House
Sementara bagi peternak, keunggulan kandang closed house yang lain adalah sangat mudah untuk diatur, dan mampu menekan biaya operasional karena ditujukan untuk investasi jangka panjang. Bukan didasari seberapa mahal harga kandang, peternak juga harus mempertimbangkan kandang tersebut mampu memberikan efek lingkungan yang baik bagi ayam. “Ditunjukkan dengan pencapaian bobot badan yang melampaui standar dan produktivitasnya meningkat,” jelas James.

Tapi ia tak menampik, kandang tertutup menuntut pemeliharaan tertentu. “Karena itu perhatikan kualitas bahan bangunannya, dan desain juga harus bagus pula. Sehingga kekhawatiran peternak dapat diminimalkan terutama pada kekhawatiran akan karat,” imbuh dia.

Dede juga mengutarakan beberapa alasan penerapan kandang tertutup. Kepadatannya dapat mencapai 30 kg/m², sedangkan kandang terbuka berkisar 16 kg/m², otomatis peternak akan memperoleh hasil panen lebih banyak dengan luasan kandang yang sama. Kemudian, kondisi di dalam kandang tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi cuaca dan lingkungan di luar kandang, dengan perangkat kelengkapannya temperatur dapat diatur sesuai kebutuhan ayam. Ujungnya, performa juga lebih baik.

Sementara menyoal biaya operasional, Dede berpendapat tidak ada beda antara kandang terbuka dan tertutup. “Semuanya pada dasarnya sama. Namun untuk kandang tertutup biaya listrik per periode dapat mencapai Rp 6 juta dengan ukuran kandang 120 x 12 m² dua lantai,” sebutnya.

Senada dengan James, Dede pun menyatakan, bau amonia dan gangguan lalat di lingkungan kandang seperti kerap terjadi di kandang terbuka dapat ditekan. “Tetapi, karena kandang tertutup sarat akan teknologi, maka nilai investasinya juga lebih besar dari kandang terbuka,” tambahnya.

Kekurangan / kelemahan model closed house :

Sejauh ini hanya ada satu kelemahan model closed house yaitu pada mahalnya biaya investasi. Tetapi jangan kuatir meskipun biaya investasi mahal tetapi karena efisiensi pakan menjadi sangat bagus menyebabkan biaya per kg ayam hidup menjadi lebih murah. Biaya investasi yang mahal akan segera BEP hanya dengan beberapa kali siklus produksi.

Keunggulan Kandang Closed House

 

Demikian informasi singkat kelebihan kandang closed house dibandingkan open house.

 

Sumber : sakadoci.com & trobos.com

The post Keunggulan Kandang Closed House Pada Peternakan Ayam appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/keunggulan-kandang-closed-house/feed/ 1 2044
Sistem Kandang Closed House Untuk Ayam Petelur ? http://dhanangclosedhouse.com/sistem-kandang-closed-house-untuk-ayam-petelur/ http://dhanangclosedhouse.com/sistem-kandang-closed-house-untuk-ayam-petelur/#comments Mon, 11 Dec 2017 00:30:11 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=2038 Kandang sistem closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi karena kontak dengan organisme lain semakin sedikit. Dengan pengaturan ventilasi yang baik maka akan lebih sedikit stres yang terjadi pada ternak. Kandang dengan sistem tersebut diharapkan dapat menyediakan sebanyak-banyaknya oksigen dan mengeluarkan sesegera mungkin gas-gas berbahaya seperti karbondioksida dan amonia. Tapi apakah cocok ...

The post Sistem Kandang Closed House Untuk Ayam Petelur ? appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Kandang sistem closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi karena kontak dengan organisme lain semakin sedikit. Dengan pengaturan ventilasi yang baik maka akan lebih sedikit stres yang terjadi pada ternak. Kandang dengan sistem tersebut diharapkan dapat menyediakan sebanyak-banyaknya oksigen dan mengeluarkan sesegera mungkin gas-gas berbahaya seperti karbondioksida dan amonia. Tapi apakah cocok sistem kandang closed house untuk ayam petelur ?

Kandang sistem closed house di Indonesia banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan pembibitan ayam. Sedangkan pada peternakan rakyat, sistem ini jarang ditemui karena alasan biaya yang dinilai cukup besar bagi peternak. Namun, di Kabupaten Blitar dapat kita temui sistem kandang closed house untuk ayam petelur.

Usaha peternakan ayam petelur tersebut adalah milik UD. Jatinom Indah Farm yang terletak di Dusun Jatinim, Desa Minggirsari Kecamatan Kanigoro. Bangunan kandang seluas 8 x 120 meter ini didalamnya terdapat populasi ayam petelur sebanyak 12.000 ekor. Dibangunnya sistem kandang closed house untuk ayam petelur sejak tahun 2006 ini dilatarbelakangi kelebihannya dibandingkan sistem kandang terbuka. Selain kelembaban dan suhu dalam kandang yang dapat diatur, sistem kandang ini juga memudahkan dalam pengambilan telur dan pendistribusian pakan.

Struktur umum kandang sistem closed house yaitu terdiri dari bangunan kandang, kipas/blower, material cooling, filter cahaya, air inlet, sistem pencahayaan serta control panel dan electrical system. Atap yang digunakan di peternakan Jatinom ini adalah genting dan asbes karena pada saat pembangunan closed house tidak sepenuhnya bangunan baru. Pada kandang yang beratap genting dahulunya adalah kandang open house yang diubah fungsi. Hal tersebut tidak menjadi masalah karena didalamnya dilapisi oleh terpal yang mengelilingi sisi dalam kandang.

sistem kandang closed house untuk ayam petelur

Sistem kandang ayam yang digunakan adalan sistem sangkar (cage) berbentuk baterai dari kawat. Sistem baterai ini membantu dalam mengatur manajemen dan memiliki kelebihan dalam menghemat tempat, pengurangan sifat kanibal, pencegahan penularan penyakit secara luas serta produksi masing-masing ayam dapat diketahui. Susunan kandang baterai yang digunakan adalah triple deck stair step dengan penempatan yang bertolak belakang seperti huruf “M” sehingga kotoran ayam langsung jatuh ke lantai. Untuk mengurangi biaya sistem baterai, maka setiap kotak baterai berukuran 40 x 35 x 30 cm ini diisi tige ekor ayam.

Umur ayam yang dipelihara pada kandang ini adalah muai 81 minggu. Dari 12.000 ekor ayam, telur yang dihasilkan rata-rata 8.466 butir per hari atau apabila dikonversikan menjadi 571,4 kg dengan Hen Day Production (HDP) rata-rata 78%. Produksi telur akan dimulai dari 1,5% dan akan terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada umur 25 minggu dengan produksi 90% dan akan bertahan selama 20 minggu. Jadi, apakah Anda tertarik untuk melihat lebih detail dan mencoba ?

Sumber: DISNAK JATIM

The post Sistem Kandang Closed House Untuk Ayam Petelur ? appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/sistem-kandang-closed-house-untuk-ayam-petelur/feed/ 7 2038
Kipas / Fan Neostar 30 Inchi http://dhanangclosedhouse.com/kipas-fan-neostar-30-inchi/ http://dhanangclosedhouse.com/kipas-fan-neostar-30-inchi/#comments Thu, 28 May 2015 11:50:50 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=854 Nama Produk : Kipas / Fan Neostar Merk : Neostar Tipe : DFP750-TW(30″) Spesifikasi : Diameter : 30 Inchi Tegangan : 220 V∼ Frekuensi : 50 Hz Daya : 240 Watt NB : * Tergantung dari stok yang tersedia * Untuk detail mohon Telp / SMS Contact kami Harga : Rp. … Call Contact … ...

The post Kipas / Fan Neostar 30 Inchi appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Nama Produk : Kipas / Fan Neostar
Merk : Neostar
Tipe : DFP750-TW(30″)
Spesifikasi :

  • Diameter : 30 Inchi
  • Tegangan : 220 V∼
  • Frekuensi : 50 Hz
  • Daya : 240 Watt

NB :
* Tergantung dari stok yang tersedia
* Untuk detail mohon Telp / SMS Contact kami

Harga : Rp. … Call Contact

Telp / SMS / WA :

  • 0818 – 0408 – 9999 (XL Axiata)
  • 0899 –  544  – 9999 (Three)
  • 0822 – 4297 – 9999 (Telkomsel)
Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Neostar - Dhanang Closed House Properties

Beli Kipas / Fan Neostar termurah di Indonesia ! DhanangClosedHouse.com menghadirkan Kipas / Fan Neostar dan berbagai peralatan ternak yang murah dan berkualitas. Temukan Kipas / Fan Neostar dan peralatan ternak lainnya dengan harga termurah. Nikmati layanan terbaik kami dengan pembelian Kipas Fan Neostar dan alat kandang yang lain.

“Membantu seseorang mewujudkan sebuah keinginan yang lebih baik adalah menjadi kewajiban yang akan terus kami lakukan. Menyerah dan apatis atas sebuah keadaan adalah sebuah “kematian dalam hidup” yang harus dilawan”, demikian falsafah kami.

The post Kipas / Fan Neostar 30 Inchi appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/kipas-fan-neostar-30-inchi/feed/ 1 854
Kipas / Fan Mondial 30 Inchi http://dhanangclosedhouse.com/kipas-fan-mondial-30-inchi/ http://dhanangclosedhouse.com/kipas-fan-mondial-30-inchi/#comments Thu, 28 May 2015 10:44:36 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=844 Kipas Fan Mondial 30 Inchi Nama Produk : Kipas Fan Mondial 30 Inchi Merk : Mondial. Tipe : DFM750-TW(30″) Spesifikasi : Diameter : 30 Inchi Tegangan : 220 V∼ Frekuensi : 50 Hz Daya : 240 Watt NB : * Tergantung dari stok yang tersedia * Untuk detail mohon Telp / SMS Contact kami Harga : Rp. ...

The post Kipas / Fan Mondial 30 Inchi appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Kipas Fan Mondial 30 Inchi

Nama Produk : Kipas Fan Mondial 30 Inchi
Merk : Mondial.
Tipe : DFM750-TW(30″)
Spesifikasi :

  • Diameter : 30 Inchi
  • Tegangan : 220 V∼
  • Frekuensi : 50 Hz
  • Daya : 240 Watt

NB :
* Tergantung dari stok yang tersedia
* Untuk detail mohon Telp / SMS Contact kami

Harga : Rp. … Call Contact

Telp / SMS / WA :

  • 0818 – 0408 – 9999 (XL Axiata)
  • 0899 –  544  – 9999 (Three)
  • 0822 – 4297 – 9999 (Telkomsel)
Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties Kipas / Fan Mondial - Dhanang Closed House Properties

Beli Kipas / Fan Mondial termurah di Indonesia ! DhanangClosedHouse.com menghadirkan Kipas / Fan Mondial dan berbagai peralatan ternak yang murah dan berkualitas. Temukan Kipas / Fan Mondial dan peralatan ternak lainnya dengan harga termurah. Nikmati layanan terbaik kami dengan pembelian Kipas / Fan Mondial dan alat kandang yang lain.

“Membantu seseorang mewujudkan sebuah keinginan yang lebih baik adalah menjadi kewajiban yang akan terus kami lakukan. Menyerah dan apatis atas sebuah keadaan adalah sebuah “kematian dalam hidup” yang harus dilawan”, demikian falsafah kami.

The post Kipas / Fan Mondial 30 Inchi appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/kipas-fan-mondial-30-inchi/feed/ 1 844
Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging Dengan Strategi 4-4-3 http://dhanangclosedhouse.com/berhasil-di-pemeliharaan-ayam-pedaging/ Sat, 09 May 2015 14:00:05 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=1127 Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging Dengan Strategi 4-4-3 Empat kunci sukses yang dimaksud adalah indikator bagi indeks prestasi pemeliharaan ayam pedaging yang baik yaitu bila angka konversi pakan (FCR) rendah, berat badan bagus, umur panen pendek, dan kematian kecil. Sementara 4 elemen strategis itu adalah bibit DOC (Day Old Chicken) yang baik, pola manajemen yang ...

The post Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging Dengan Strategi 4-4-3 appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging Dengan Strategi 4-4-3

Empat kunci sukses yang dimaksud adalah indikator bagi indeks prestasi pemeliharaan ayam pedaging yang baik yaitu bila angka konversi pakan (FCR) rendah, berat badan bagus, umur panen pendek, dan kematian kecil. Sementara 4 elemen strategis itu adalah bibit DOC (Day Old Chicken) yang baik, pola manajemen yang terukur dan teratur, pola pakan yang baik, dan program medikasi yang produktif. Ditambah lagi perhatian ekstra untuk 3 fase kritis kehidupan broiler yaitu fase saat ayam umur 0-12 hari, 12-21 hari dan 21 hari sampai panen.

Demikian diungkapkan Aria Bimateja SPt, Sales Supervisor PT Sierad Produce Area Pare, Kediri, Jawa Timur saat ditemui Infovet disela customer gathering Sierad di Blitar.

Menurut Bima, demikian ia akrab disapa, kunci utama kesuksesan peternakan ayam pedaging ditunjukkan oleh kesuksesan di Indeks Prestasi atau Indeks Penampilan (Index Performance, IP). IP yang baik ini ditunjukkan oleh 4 indikator sebagai tolok ukur kesuksesan. 4 indikator bagi IP yang baik adalah bila angka konversi pakan (Feed Conversion Ratio, FCR) rendah, berat badan bagus, umur panen pendek, dan kematian kecil.

Bagaimana mencapai 4 hal indikator itu semua secara baik ? Dibutuhkan 4 elemen strategis”, ujar pria kelahiran 15 Desember 1980 ini.

Menurutnya 4 elemen yang strategis itu adalah bibit DOC (Day Old Chicken) yang baik, pola manajemen yang terukur dan teratur, pola pakan yang baik, dan program medikasi yang produktif.

Bima menambahkan, bibit DOC yang baik harus memenuhi berat badan standar ayam pedaging, lincah, gesit, terhindar dari kasus-kasus ompalitis, dan angka kematiannya kecil. Sedangkan pola manajemen yang terukur dan teratur harus memenuhi kaidah-kaidah tertentu. Kaidah-kaidah itu adalah konstruksi kandang yang sesuai di mana ventilasi nyaman, kepadatan ruang tidak boleh terlalu padat di mana 1 meter persegi kandang untuk 8 (delapan) ekor ayam untuk yang kandang terbuka, dan biosecurity.

Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging
Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging

Selanjutnya menurut alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB) ini, program pakan yang baik adalah pakan menggunakan pakan-pakan unggulan dengan kualitas yang baik. Kandungan pakan spesifik dan tepat sesuai kebutuhan ayam dalam masa pre starter, starter dan finisher.

Adapun, “Medikasi yang produktif adalah meliputi vaksinasi, pengobatan, dan semprot kandang dengan desinfektan”, kata Aria.

3 Fase Kritis

Aria Bimateja SPt pun membagi masa pemeliharaan pedaging dalam 3 fase. Fase pertama adalah fase saat ayam umur 0 hari sampai umur 12 hari. Fase ini disebut dengan nama fase hiperflasia atau sel tubuh mengalami perbanyakan atau pertambahan jumlah melalui pembelahan sel pertumbuhan.

Fase yang kedua adalah fase saat ayam umur 12-21 hari. Fase ini disebut dengan nama fase hiperflasia dan hipertropi, di mana selain bertumbuh ayam juga mulai mengalami pembesaran dan pendewasaan tubuh.

Fase ketiga adalah fase ketika umur ayam lebih dari 21 hari sampai masa panen. Fase ini disebut fase hipertropi, di mana ayam tidak lagi tumbuh namun hanya mengalami masa pembesaran dan pendewasaan tubuh sampai siap untuk dipanen.

Semua masa dalam fase-fase ini menurut Aria Bimateja kondisinya adalah kritis. Dalam kata lain dalam pemeliharaan ayam pedaging menurutnya adalah, “Semua masa kritis”, katanya seraya menegaskan masa kritis ini sejak ayam umur 0 hari sampai umur panen.

Ia juga menjelaskan tahap-tahap pemeliharaan ayam pedaging itu sebagai makhluk hidup. Pada mula kehidupannya, komponen hidup dari ayam pedaging itu belum sempurna atau belum ada semua, 48 kromosom belum lengkap. Sampai pada saatnya dengan tahapan hiperflasia semua kromosom itu lengkap jumlahnya sebanyak 48 kromosom. Selanjutnya pada fase hipertropi, 48 kromosom itu diperbesar.

Di masa pertumbuhan atau perbanyakan sel tadi, “Fase hiperflasia bila tidak optimal akan mengganggu pertumbuhan berikutnya”, ujar Aria Bimateja. Jika pertumbuhan pada periode ini terganggu, dapat dipastikan berpengaruh terhadap pertumbuhan selanjutnya di mana terjadi pertumbuhan hipertropia atau pembesaran atau pendewasaan sel tersebut.

Pada giliran berikutnya bila pertumbuhan tersebut tidak maksimal maka profit atau keuntungan peternak berkurang karena ayam kecil-kecil, berat badannya tidak sesuai dengan berat badan standar. Pertumbuhan sel tubuh memang tercermin pada pertambahan bobot badan.

Mengingat penting dan kritisnya semua masa dalam pemeliharaan ayam pedaging, Bima memberi penekanan agar peternak memperhatikan kondisi ayam pedaging pada awal kehidupannya lantaran kondisi pemeliharaan ayam pedaging pada masa ini sangat menentukan masa-masa berikutnya.

Pada periode ‘brooding’ atau masa pemanasan pengindukan buatan, pertumbuhan berlangsung sangat cepat dengan FCR yang sangat rendah. Saat ini hampir semua ransum yang dikonsumsi memang dialokasikan untuk pertumbuhan, sehingga bobot badan pada akhir minggu pertama mencapai 4 kali bobot badan awal DOC.

Sangat beralasan bila kemudian Bima mengatakan, “Pemeliharaan ayam pedaging dari A-Z yang paling penting di masa brooding atau masa pemanasan pengindukan buatan”. Dengan kondisi pemanasan pengindukan buatan ini dibuat seolah-olah sesuai dengan kondisi yang diberikan induk, Bima menegaskan kondisi yang rawan dalam pemeliharaan ayam pedaging di sekitar 2 minggu pertama.

Selanjutnya setelah melewati masa pemanasan pengindukan buatan, lepas dari masa ini hasil penampilan ayam masuk kategori baik. Namun demikian masa setelah lepas pemanasan pengindukan buatan ini, masih penting bagi peternak untuk mengantisipasi kasus-kasus penyakit yang bersifat imunosupresif atau menekan kekebalan tubuh dan menghambat petumbuhan daging.

Penyakit-penyakit tersebut yang sering muncul berupa penyakit pernapasan, CRD, Koriza, CRD kompleks dan kasus-kasus yang menyerang pencernaan berupa enteritis alias infeksi usus halus. Dan, Aria Bimateja SPt memberi jaminan bila 4 elemen strategis tersebut dipenuhi secara disiplin, niscaya masalah penyakit ini dapat dieliminir, tertanggulangi dan dicegah. Dan lebih dari itu, 4 kunci sukses pemeliharaan ayam pedaging dapat dipenuhi guna produksi terbaik.

Sumber : Infovet, Agustus 2010

The post Berhasil Di Pemeliharaan Ayam Pedaging Dengan Strategi 4-4-3 appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
1127
Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam II http://dhanangclosedhouse.com/pilah-pilih-atap-untuk-kandang-ayam-ii/ http://dhanangclosedhouse.com/pilah-pilih-atap-untuk-kandang-ayam-ii/#comments Fri, 01 May 2015 15:35:43 +0000 http://dhanangclosedhouse.com/?p=1113 Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam II Wahyu Pratomo, Direktur CV Intan Cahya, penyedia jasa konstruksi baja kandang ayam sistem Closed House untuk unggas, turut memberi keterangan. Ia mengaku, beberapa waktu lalu tertarik menggunakan atap tersebut tetapi belakangan mundur dengan alasan harga. “Saya sekarang tengah membangun menambah Closed House di Kulon Progo (Yogyakarta – red) ukuran ...

The post Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam II appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam II

Wahyu Pratomo, Direktur CV Intan Cahya, penyedia jasa konstruksi baja kandang ayam sistem Closed House untuk unggas, turut memberi keterangan. Ia mengaku, beberapa waktu lalu tertarik menggunakan atap tersebut tetapi belakangan mundur dengan alasan harga. “Saya sekarang tengah membangun menambah Closed House di Kulon Progo (Yogyakarta – red) ukuran 12 x 126m. Kali ini saya ingin coba pakai atap itu, dikasih harga kisaran Rp. 500 juta. Wah, nggak jadi !“, ujar pria yang juga menyandang status peternak broiler dengan 3 Closed House berkapasitas total 125 ribu per siklus ini.
Wahyu percaya teknologi modern ini efektif mendukung terpenuhinya lingkungan ideal bagi hidup ayam dan mempermudah operasional kandang sistem Closed House. Ia yakin, teknologi ini akan semakin mendukung performa ayam, karena ayam lebih nyaman. Ditambahkan Dhanang, teknologi ini adalah cara mudah menurunkan suhu dalam kandang sehingga tenaga kandang dapat berkonsentrasi pada peralatan dan pekerjaan lain yang memberi dampak positif terdongkraknya performa ayam.

Menurut Wahyu ini sejatinya bukan teknologi baru. Penggunaan PU sudah banyak pada gedung atau bangunan lain. Lapisan insulasi banyak dimanfaatkan sebagai penahan suhu pada kamar pendingin agar tetap dingin. “Tapi pemanfaatan untuk kandang ayam masih baru“, ujar dia.

Sayangnya harga terlalu tinggi. Sebagai pembanding, dengan ukuran yang sama Wahyu hanya menghabiskan biaya sekitar Rp. 150 juta untuk atap plafon. Wahyu semula mengaku senang saat belakangan dipasarkan produk tersebut yang merupakan buatan dalam negeri. “Saya senang karena saya pikir dengan produk dalam negeri bisa lebih murah, ternyata ndak“, ucapnya bernada menyayangkan.

Wibowo tak menampik produknya 20-30% lebih mahal ketimbang atap konvensional. Tapi selain tampilan jauh lebih bagus, sandwich panel selama 20-30 tahun tidak akan rusak. Pelanggannya mengakui nilai lebih tersebut. “Murah, tapi 3 atau 4 tahun harus dibongkar ganti atap baru, itu jauh lebih tidak efisien“, ujarnya setengah berdalih.

Investasi atap sandwich panel untuk kandang ayam sistem Closed House baik layer maupun broiler sama. Ia menyebut kisaran Rp. 600 juta untuk ukuran 10 x 120 m². Harga Rp. 150 ribu per m². “Kalau pakai atap biasa Rp. 110 – 115 ribu per m². Tapi insulasinya beda jauh, dan praktis tinggal pasang“, ucapnya promosi. Sehari, kata Wibowo, dapat terpasang 300 m² dengan pekerja 4 orang. Sementara atap konvensional paling banter 150 m², belum lagi insulasinya ribet.

Keluhan dana yang terbatas ditanggapi Wibowo dengan menyodorkan alternatif pilihan. “Bisa disesuaikan budgetnya. Yang penting secara fungsi dapat“, katanya. Ia memisalkan, opsi penggunaan jenis natural color dan bagian bawah paperfelt, ini mampu menekan harga sampai 20%. Jadi peternak masih ada pilihan. tetap dapat memiliki atap ideal.

Plafon Kurang Maksimal

Batal menggunakan atap PU, untuk calon kandang ayam barunya Wahyu mengaku membuat modifikasi atap hasil kreasinya sendiri. Menggunakan beberapa bahan yang banyak ditemui di pasaran ia membuat atap berinsulasi. “Galvalume di 2 sisi, dengan insulasi di tengahnya memanfaatkan aluminium foil“, tuturnya rigid. Kalkulasi dia, ongkos yang dikeluarkan tidak lebih dan Rp. 250 juta. Dan ia yakin, kreasinya ini mampu memberikan fungsi atap yang ideal, menekan suhu dalam kandang ayam.

Sebelumnya, dalam membangun kandang ayam sistem Closed House, baik untuk sendiri maupun penyediaan bagi peternak lain, Wahyu masih menggunakan tipe atap dengan plafon. Dan ia mengakui, di iklim tropis dengan suhu yang fluktuatif, atap biasa memiliki kesulitan tersendiri dalam menurunkan suhu. Dia mencontohkan kandangnya yang di Losari dengan 3 lantai, performa ayam di lantai paling atas adalah yang terendah. “Artinya, di atas ini paling panas dan atap plafon tidak maksimal meredam panas paparan sinar matahari“, terangnya.

Selain itu, atap plafon membutuhkan biaya maintenance (perawatan). Kata Dhanang, untuk plafon berbahan terpal atau plastik menuntut renovasi di tahun ke-6, sementara plafon berbahan galvalume setelah 15 tahun harus diganti. Sedangkan atap golongan III tanpa plafon mampu bertahan selama kandang ayam berdiri.

Wahyu menambahkan, tindakan sanitasi dengan semprotan bertekanan tinggi berpotensi menimbulkan kerusakan pada plafon. Belum lagi, apabila listrik padam. Dijelaskan Wahyu, saat listrik kembali menyala, otomatis semua blower menyala sehingga hembusan angin mendadak kencang dan memberikan tekanan menghentak pada plafon.

Perlu Kipas Banyak

Tapi Teddy punya analisa berbeda. Ia justru menyarankan perlunya mempertimbangkan biaya operasional yang harus dikeluarkan bila akan memilih kandang ayam jenis A frime tanpa plafon untuk Closed House. Meski atap dengan bahan PU dapat menahan panas, kata dia, karena tanpa plafon maka udara di dalam kandang menjadi sangat besar. “Ini membutuhkan jumlah kipas yang lebih banyak untuk mengalirkan udara“, jelas Teddy. Otomatis, penggunaan listrik juga lebih besar. Ia membandingkan, perbedaan pemakaian jumlah kipas antara kandang berplafon dengan tanpa plafon sekitar 25%. Meskipun, ia mengimbuhkan, tergantung cuaca di masing-masing lokasi juga.

Teddy menilai yang paling ideal adalah menggunakan atap PU, dengan ditambah plafon juga. Walaupun investasi atau modal lebih banyak, tetapi metode ini efektif menurunkan suhu kandang ayam. Disamping panas diredam atap, ruang kosong antara atap dan plafon juga menghambat aliran panas ke dalam kandang ayam sehingga lebih dingin. Nilai lebihnya, plafon juga memperkecil volume udara dalam kandang ayam sehingga tidak menuntut penggunaan kipas yang banyak.

Masing-masing tipe punya plus minus, kata Teddy. Alternatif lain, menggunakan atap zincalume tanpa lapisan PU kemudian dibuat plafon. Bila merujuk pada penjelasan Dhanang, tipe ini adalah atap golongan I. Menurut Teddy, investasi tipe ini sama dengan atap beriapis PU tanpa plafon. Bedanya, yang pakai plafon biaya operasional harian lebih rendah karena menghemat kipas dan listrik.

Sebagai jalan keluar plafon yang mudah rusak, Teddy menyarankan untuk menggunakan zincalume sebagai bahan pembuatan plafon. Alih-alih plastik atau terpal. Teddy mengaku lebih memilih tipe atap dengan zincalume dengan drop ceiling (plafon). “Ditambahkan glass wool di atas plafon juga tidak apa-apa“, ujarnya. Investasinya juga lebih tegangkau, menurut dia.

Plafon untuk Broiler

Aneng Lim, Sales Manager PT Big Dutchman Agriculture Indonesia mengutarakan, tipe kandang dengan flat ceiling (plafon) cocok untuk broiler. Sebaliknya, tipe ini tidak pas untuk layer karena tekanannya terlalu besar bagi kandang ayam layer yang menggunakan cages (kandang individual). Sependapat dengan Teddy, Lim mengatakan untuk broiler yang terbaik adalah menggunakan atap berinsulasi PU dan ditambah plafon.

Atap Closed House paling sederhana, dijelaskan Lim, tipe A sudah menggunakan insulasi dengan tulang rangka yang masih terlihat sehingga aliran udara menemui banyak rintangan yang berakibat terjadi turbelensi. Solusinya, ditutup dengan lapisan metal dengan ketebalan lebih tipis ketimbang metal di bagian atas. “Bisa ditambahkan glass wool atau tidak“, katanya.

Tipe berikutnya menggunakan flat ceiling, dan tipe ketiga menurut Lim menggunahan PU panel atau kadang disebut juga dengan sandwich panel. PU diakuinya mahal, alternatif pilihan adalah galvanis, tetapi perlu plafon dan glass wool yang diletakkan di plafon sebagai insulasi. Dan dibandingkan penggunaan glass wool, PU lebih rapi.

Pihaknya menyediakan kebutuhan galvanis dengan spesifikasi ketebalan 275 gr/m², sementara ukuran panjang tergantung permintaan pelanggan. Tetapi, kata Lim lagi, lebar lebih dari 12m kontraktor akan kesulitan karena panjang besi per 6m. “Di Indonesia ukuran standar kandang ayam 12 x 120m“, sebut dia.

Untuk PU, tersedia di pasaran panjang 6-12m. Lebih dari itu, kata Lim lagi, akan kesulitan loadingnya. PU sedang marak. Menurut dia PU aman, tidak beracun karena lapisannya tertutup. “Untuk satu kandang ayam kira-kira dibutuhkan 315 lembar“, imbuh dia.

Sirkulasi dan Turbulensi

Ayam sebagai makhluk hidup bermetabolisme dan melepaskan panas tubuh. Panas tubuh, bersama gas ammonia akan naik ke atas mengisi ruangan dalam Closed House. “Udara inilah yang harus dikeluarkan“, terang Teddy. Aliran udara yang baik akan menghasilkan sirkulasi atau ventilasi ideal dalam kandang ayam, sehingga sejuk dan nyaman bagi ayam.

Konstruksi plafon sangat menentukan nilai aliran udara di dalam kandang ayam. Teddy memberi catatan penting untuk model plafon yang flat (datar) berpenampang melintang berbentuk kotak dengan sudut-sudut lancip. Tipe ini menghasilkan turbelensi aliran udara karena saling bertabrakan. Sedangkan untuk model plafon yang curve, artinya ujung-ujungnya berupa lengkungan, aliran udara lebih lancar. “Turbelensi ini tidak disukai ayam“, katanya. Dan kalau turbelensi itu sangat kuat maka akan ada bagian tempat yang kosong udara dan titik tersebut akan dijauhi ayam. Idealnya, udara mengalir lembut dan rata.

Untuk tinggi antara atap dengan plafon, menurut Teddy tidak ada angka ideal. Ruang kosong ini menjadi pendingin alami. Untuk menambah peredam panas, bisa dipakai glass wool yang ditempel pada plafon. “Dan biasanya tikus tidak suka glass wool. Selain itu, baiknya plafon dilapisi plastik agar tidak ada bocor“, pesan Teddy.

Teddy memberikan keterangan tambahan, dudukan atap jarak antara satu dengan lainnya 3-6m. Banyaknya kolom dudukan kandang sangat tergantung panjang kandang ayam. Panjang kandang ayam rata-rata 120m. Untuk kemiringan atap, ada hitungan tersendiri. “Kita paling sering memakai 8-11 derajat“, sebutnya. Kemiringan ditentukan variabel berapa banyak bahan atap yang akan digunakan, dan aliran air. Atap yang terlalu landai, air akan lambat mengalir sehingga membebani atap tersebut.

Kalkulasi investasi total kandang ayam dengan ukuran standar 12 x 120m, menurut Teddy berkisar Rp. 1,2 – 1,3 M. “Kalau komplit dengan peralatan menghabiskan Rp. 2 M“, sebutnya. Dan atap, katanya, menelan 50-60% dari total biaya. Diakuinya, pembangunan Closed House mahal di atap.

Kembali ke : Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam I

Sumber : Trobos, September 2013

Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam

The post Pilah-Pilih Atap Untuk Kandang Ayam II appeared first on Dhanang Closed House.

]]>
http://dhanangclosedhouse.com/pilah-pilih-atap-untuk-kandang-ayam-ii/feed/ 1 1113